Hari Ibu, Ini Pesan Menyentuh Mantan Menteri KKP Susi Pudjiastuti
JAKARTA, iNews.id - Ibu dinilai sebagai kehormatan dan sumber kebahagiaan dalam keluarga. Pernyataan itu disampaikan oleh mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti terkait peringatan Hari Ibu 22 Desember.
Susi melalui kaun Twitter @susipudjiastuti mengingatkan untuk selalu menyayangi dan menghormati ibu. Menurutnya, jasa ibu sangat luar biasa dalam mendidik dan membesarkan anak.
"Selamat Hari Ibu ...Semoga kita selalu diingatkan untuk tetap menyayangi, menghormati Ibu kita. Yang telah membesarkan dan mendidik kita menjadi kita hari ini. Ibu adalah kehormatan dan kebahagiaan dalam keluarga," ucap Susi sambil memberikan motion bunga dan lambang cinta, dikutip Selasa (22/12/2020).
Ucapkan Selamat Hari Ibu, Jokowi Kenang Almarhumah Ibunda
Tweet Susi mendapatkan banyak komentar dari warganet. Salah satunya dari akun @KedelaiHitaam. "Hay ma' Selamat Hari Ibu. Bagi ku setiap hari adalah hari mu. Kau memberikan kasih sayang yang tak terhingga, walaupun dengan sedikit amarah. Aku Sayang kamu terlepas dari itu semua. Dan apa pun yang terjadi kau tetap surga ku. #selamathariibu."
Komentar juga datang dari akun @ahmadmuksit mencuit, "Jadilah ibu seperti bu @susipudjiastuti. Sementara akun @Sekararummwrni2 berkomentar, "Bu susi, saya yatim piatu. saya pen kek orang orang ngucapin kata kata “selamat hari ibu” tapi saya ga punya ibu, sekali nya ngucapin hari ibu jatuhnya malah ke ibu kos. sebelum ibu meninggal beliau sempat berkata : “sejauh jauhnya jarak ialah kehilangan” Calon istri kamu @Sekararummwrni2," tulisnya.
kemudian, akun @indWUrajaya berkomentar agar memberikan yang terbaik untuk ibu selagi ada kesempatan. "Lakukan yg terindah untuk ibu ibu mu selagi masih diberi waktu untuk melihatnya tersenyum.. Alfatihah buat mama," komentarnya.
Sementara akun @klaudiajos21 mendoakan agar Susi sehat selalu. "Selamat hari ibu juga buat ibu susi, sehat selalu. Terima kasih banyak sudah menjadi berkat buat banyak orang di Indonesia. Tuhan memberkati," tulisnya.
Editor: Kurnia Illahi