Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kardinal Suharyo: yang Kaya Rusak Hutan, yang Tak Punya Kuasa Jadi Korban
Advertisement . Scroll to see content

Hari Paskah, Uskup Agung Jakarta Singgung Bahaya Keserakahan

Minggu, 31 Maret 2024 - 12:20:00 WIB
Hari Paskah, Uskup Agung Jakarta Singgung Bahaya Keserakahan
Uskup Agung Jakarta Ignatius Kardinal Suharyo Harjoatmodjo mengingatkan bahaya keserakahan pada momen Hari Raya Paskah 2024. (Foto: Carlos Roy Fajarta)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Uskup Agung Jakarta, Ignatius Kardinal Suharyo Harjoatmodjo mengungkapkan Indonesia masih dipenuhi dengan keserakahan. Menurutnya, manusia saat ini belum terbebas dari keserakahan.

"Ada satu hal yang saya sampaikan di ibadah, lilin paskah simbol dalam perayaan paskah, umat dapat bergerak dari kegelapan menuju terang. Itulah yang disebut pembebasan menjadi pribadi yang semakin merdeka. Paskah aktual dalam kehidupan saat ini," ujar Suharyo kepada awak media usai memimpin ibadah Hari Raya Paskah di Gedung Pastoral Gereja Katedral, Jakarta, Minggu (31/3/2024).

Dia mengungkapkan berbagai peristiwa yang menjadi pemberitaan menunjukkan manusia belum bebas dari keserakahan.

"Saat ini yang kita baca di media dan medsos adalah peristiwa-peristiwa yang mengungkapkan kita masih dalam perbudakan. Kita diperbudak oleh keserakahan. Banyak berita mengenai Tindak Pidana Perdagangan Orang bukan hanya dari mereka kelompok ekonomi lemah, namun juga dari mereka yang berpendidikan tinggi," ungkapnya.

Suharyo juga menyinggung terkait korupsi izin pertambangan dengan nilai fantastis yang merusak alam Indonesia dan merugikan negara.

"Korupsi yang sedang ditangani dan tindakan pidana pencucian uang yang jumlahnya melebihi Rp270 triliun, mengerikan sekali," lanjut Suharyo.

Dia memandang, pangkal dan ujung berbagai hal buruk tersebut adalah keserakahan. Dia mengatakan keserakahan dapat masuk ke dalam sistem yang akan sangat berpengaruh dan merusak. 

"Keserakahan itu bila masuk dalam sistem ekonomi, sistem politik, sistem sosial, sistem budaya, itulah perbudakan yang saya lihat hari-hari ini. Di setiap zaman ada perbudakan dalam berbagai bentuk," terangnya.

Oleh karena itu, Suharyo meminta umat Kristiani bersama-sama meninggalkan berbagai bentuk keserakahan di momen Paskah 2024.

"Paskah harus bermakna di dalam rangka pembebasan perbudakan itu. Tidak mudah menyadari perbudakan itu. Umat Kristiani harus mampu membebaskan diri dari perbudakan itu dan mengalirkan arus pembebasan," kata dia.

Editor: Rizky Agustian

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut