Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pemerintah Imbau Jangan Berlebihan Rayakan Kemenangan Pilkada
Advertisement . Scroll to see content

Hasil Sementara Pilkada Serentak Ubah Peta Politik 2019

Kamis, 28 Juni 2018 - 16:32:00 WIB
Hasil Sementara Pilkada Serentak Ubah Peta Politik 2019
Ilustrasi, hasil survei kekuatan calon presiden dan wakil presiden 2019. (Foto: Koran Sindo).
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Hasil Pilkada serentak yang digelar, Rabu 27 Juni 2018 mengubah peta politik Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2019. Perubahan signifikan terjadi di daerah Jawa Barat (Jabar) Jawa Timur (Jatim) dan Sumatera Utara (Sumut).

Pengamat politik dari Universitas Padjajaran, Idil Akbar mengatakan, beberapa kali dilakukan survei, Ridwan Kamil selalu berada diangka 38 persen. Namun, setelah dilakukan hitung cepat (quick count) sura Ridwan Kamil turun hingga 32 persen.

Berbeda dengan Ridwan Kamil, perolehan suara pasangan Sudrajat-Syaikhu (Asyik) malah naik mencapai 300 persen dari sebelumnya yang diprediksi hanya meraih sembilan persen."Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat Jabar adalah masyarakat dengan tingkat sing quotes cikup tinggi," ujar Idil dalam perbincangannya dengan iNews.id melalui telepon, Kamis (28/6/2018).

Menurutnya, tim para calon, baik partai maupun tim sukses yang dibentuk sangat memengaruhi perubahan suara yang diperoleh tersebut. "Saya menilai para relawan dan tim suksesnya pasangan Asyik pada tiga hari masa tenang melakukan kerja keras sehingga mampu meningkatkan elektabilitas Asyik sampai sebegitu tinggi," ucapnya.

Sementara kemenangan  Edy Rahmayadi-Musa Rajeksah dari Djarot Syaiful Hidayat-Sihar Sitorusdalam Pilgub Sumatera Utara (Sumut) karena nilai identitas masih dipegang di daerah tersebut."Edy menang karena dia orang asli daerah tersebut sedangkan Djarot bukan," ucapnya.

Dia menambahkan, untuk Pilgub Jatim baru kali ini Khofifah Indar Parawansa menang setelah tiga kali mencalonkan diri. Kemenangan Khofifah, kata dia didongkrak oleh pendukung Emil Dardak sebagai pasangannya.

"Dardak sebagai manifestasi dari pemilih muda di Jatim karena beberapa survei mengatakan generasi millennial memilih Khofifah dan Dardak," katanya.

Berbeda dengan Pilgub Jawa Tengah (Jateng) yang menjadi daerah stabil pada kendali Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). "Karena itu basisnya Ganjar PDIP dan mesin partai yang sudah berjalan sangat besar, Jatenga tidak perlu dikaji lebih dalam," katanya.

Menurutnya transformasi politik yang cukup kuat pada kali ini disebabkan tahun politik dan menjelang Pilpres 2019. Salah satunya, hastag #2019GantiPresiden itu cukup berpengaruh terhadap dinamika politik saat ini.  "Hal seperti itu menjadi pengaruh, misalnya kasus di Jabar," tambahnya.

Editor: Kurnia Illahi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut