Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Awal Mula Rp2,48 Miliar Nyasar ke Rekening Bos Pelayaran hingga Berujung Penangkapan  
Advertisement . Scroll to see content

Heboh Rekening Aktivis Pati Diblokir, PPATK Buka Suara

Senin, 24 Agustus 2026 - 10:41:00 WIB
Heboh Rekening Aktivis Pati Diblokir, PPATK Buka Suara
Kepala PPATK Ivan Yustiavandana buka suara soal heboh kabar pemblokiran rekening aktivis asal Pati. (Foto: Dok. PPATK)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Heboh di media sosial kabar pemblokiran rekening Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) Supriyono saat mendampingi aksi warga Pati di Jakarta. Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menegaskan pihaknya tidak meminta penghentian rekening tersebut.

"Kami saat ini tidak melakukan penghentian atas rekening AMPB," kata Kepala PPATK, Ivan Yustiavandana saat dikonfirmasi, Senin (24/8/2026).

Saat ditanya mengenai pihak yang memiliki kewenangan meminta pemblokiran rekening, Ivan menyebut penyidik juga memiliki kewenangan. Namun, dia tidak menjelaskan lebih lanjut mengenai penyidikan terkait rekening Supriyono.

"Penyidik memiliki kewenangan," ungkapnya.

Sebelumnya, Koalisi Masyarakat Sipil mengecam pemblokiran rekening Bank Mandiri milik Supriyono. Rekening tersebut diblokir ketika dia mendampingi warga Pati menyampaikan aspirasi di depan Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat (21/8/2026).

Koalisi masyarakat sipil menilai pemblokiran tersebut berpotensi melanggar hukum, menghambat kebebasan berpendapat, serta dapat memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap keamanan dana di perbankan.

Di dalam rekening Supriyono terdapat sekitar Rp80,9 juta. Dana tersebut terdiri atas uang pribadi dan donasi masyarakat yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan peserta aksi, termasuk makanan, transportasi, serta akomodasi.

Editor: Puti Aini Yasmin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut