Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Prabowo Ungkap Alasan Pangkas TKD: Banyak Pemda Tak Gunakan Anggaran dengan Baik
Advertisement . Scroll to see content

Hore! 4.602 Daerah Tak Terjangkau Listrik bakal Dialiri Energi Terbarukan

Kamis, 17 September 2026 - 11:40:00 WIB
Hore! 4.602 Daerah Tak Terjangkau Listrik bakal Dialiri Energi Terbarukan
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Muhammad Qodari mengataka 4.602 daerah yang tak teraliri listrik akan mendapatkan energi terbarukan. (Foto: Bakom)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah menyiapkan pembangkit berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT) untuk memenuhi kebutuhan listrik di 4.602 lokasi yang belum terjangkau jaringan PT PLN. Pembangkit skala kecil dengan sistem off-grid tersebut diperkirakan membutuhkan kapasitas total 508 megawatt (MW).

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari mengatakan program tersebut menjadi bagian dari Program Elektrifikasi 2025–2029. Pemerintah menargetkan akses listrik menjangkau 10.068 lokasi yang belum sepenuhnya menikmati layanan listrik.

Pelaksanaan program dibagi menjadi dua skema sesuai hasil pemetaan lokasi. Sebanyak 5.466 lokasi akan dilayani melalui jaringan PLN yang sudah tersedia sehingga tidak memerlukan pembangunan pembangkit baru.

Sementara itu, 4.602 lokasi lainnya belum terjangkau jaringan listrik eksisting. Pemerintah menyiapkan pembangkit EBT skala kecil dengan sistem off-grid untuk memenuhi kebutuhan listrik di wilayah tersebut.

"Untuk lokasi-lokasi yang bersifat off-grid, pasokan listrik direncanakan menggunakan pembangkit berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT)" ujar Qodari dalam konferensi pers, dikutip Kamis (17/9/2026).

Dia menambahkan pembangkit EBT akan memanfaatkan sumber energi terbarukan yang paling potensial di setiap lokasi. Total kapasitas pembangkit skala kecil yang dibutuhkan diperkirakan mencapai 508 MW di seluruh titik off-grid.

Secara keseluruhan, kebutuhan biaya untuk mengalirkan listrik ke 10.068 lokasi diperkirakan mencapai Rp61,65 triliun. Pembiayaan program direncanakan berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang dialokasikan secara bertahap pada 2025 hingga 2029.

Pemerintah berharap program elektrifikasi tersebut memperluas akses masyarakat terhadap listrik yang andal. Program ini juga ditujukan untuk mengurangi ketergantungan rumah tangga di wilayah terpencil terhadap sumber energi seperti minyak tanah dan kayu bakar.

"Kehadiran listrik mendorong rumah tangga beralih dari sumber energi seperti minyak tanah dan kayu bakar, sehingga mengurangi biaya yang selama ini mereka keluarkan untuk membeli bahan bakar tersebut," pungkasnya.

Editor: Puti Aini Yasmin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut