HT: Terima Kasih Pak Jokowi, Pembekalan ke Perindo Sangat Berharga
JAKARTA, iNews.id - Ketua Umum DPP Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo menyampaikan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang telah memberikan pembekalan kepada calon anggota legislatif (caleg) dari Partai Perindo. Pembekalan tersebut diharapkan menjadi modal dalam menghadapi Pemilu 2019.
"Saya ucapkan terima kasih kepada Pak Jokowi atas pembekalan yang sangat berharga," kata HT di Gedung iNews Center, Jakarta, Senin, (17/9/2018).
HT pun mengungkapkan bagaimana Presiden telah berbagi segudang pengalaman kepada para caleg Perindo yang akan berjuang untuk bisa tampil di DPR. Menurut HT, Jokowi tidak perlu diragukan lagi dalam menjalin kedekatan dengan rakyat.
"Tadi beliau memberikan pembekalan kepada para caleg bagaimana bisa mendapat dukungan masyarakat, saya tidak pernah mengalami seperti itu," ujarnya.
HT menuturkan, dirinya bisa memberikan pengetahuan dari segi teoritis dalam berpolitik. Akan tetapi, kehadiran Jokowi bisa membantu dirinya untuk bisa menyampaikan bagaimana praktik di lapangan terkait kiat-kiat dalam merebut suara rakyat.
"Saya tidak pernah mengalami seperti itu. Saya mungkin bisa bicara teori, tapi beliau menyampaikan secara lapangan, secara praktik bagaimana caranya supaya disukai oleh rakyat," tuturnya.
Sebelumnya di hadapan 575 caleg Perindo Jokowi menuturkan, kontestasi politik tahun depan merupakan pengalaman pertama kalinya di Indonesia. Sebab, Pemilu 2019 akan dilakukan secara serentak, yakni pemilu legislatif bersamaan dengan pemilihan presiden. Untuk itu, diperlukan berbagai strategi untuk bisa memenangkan pertarungan.
Menurut Jokowi, memenangkan pemilu tak cukup hanya dengan serangan udara (kampanye/iklan). Berdasarkan pengalamanmya dari saat mengikuti pemilihan wali kota Solo, terdapat tiga hal yang dinilai sangat penting untuk bisa memenangkan, yakni micro targeting, micro campaigning, dan micro canvassing.
Kepala Negara menilai, branding yang baik sebagai politisi akan membentuk citra yang baik pula. Dengan demikian hal ini akan berdampak kepada para konsituen yang dapat memilih saat berlangsungnya kontestasi.
"Inilah yang saya bawa dari solo, marketing produk jadi marketing politik, apa yang saya lihat waktu itu di tahun 2004," ujarnya.
Editor: Zen Teguh