Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Jakarta Terancam Kekurangan Air Imbas Kekeringan September 2026? Ini Faktanya!
Advertisement . Scroll to see content

Hujan Berhasil Turun, BMKG Perpanjang Operasi Modifikasi Cuaca di Kalimantan

Sabtu, 05 September 2026 - 18:34:00 WIB
Hujan Berhasil Turun, BMKG Perpanjang Operasi Modifikasi Cuaca di Kalimantan
Ilustrasi modifikasi cuaca di langit Kalimantan diperpanjang. (Foto: Ist)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah diperpanjang hingga 14 September 2026. Hal itu setelah upaya penyemaian awan berhasil memicu hujan di sejumlah wilayah.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama pemerintah akan melanjutkan OMC mulai 5 hingga 14 September 2026. Pelaksanaan operasi mendapat dukungan pembiayaan dari Kementerian Kehutanan dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG Tri Handoko Seto mengatakan, analisis kondisi atmosfer terus dioptimalkan untuk menentukan keberadaan awan potensial yang dapat disemai menggunakan bahan garam.

“Penyemaian awan dilakukan di area lahan gambut yang terdeteksi hotspot untuk mengurangi titik panas dan memperbaiki kualitas udara akibat pekatnya kabut asap,” ujar Seto di Jakarta, Sabtu (5/9/2026).

OMC di Kalimantan Barat sebelumnya berlangsung pada 22 Agustus hingga 4 September 2026. Operasi tersebut didanai Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH).

Dalam pelaksanaannya, BMKG berkoordinasi dengan BNPB, TNI Angkatan Udara, Kementerian Kehutanan, serta pemerintah daerah.

Direktur Operasional Modifikasi Cuaca BMKG Budi Harsoyo mengatakan, sebanyak 27 sorti penerbangan dilakukan selama pelaksanaan OMC di Kalimantan Barat.

“Dalam operasi ini, petugas menerbangkan 27 sorti dengan total bahan semai 24.600 kilogram garam murni (Natrium Klorida/NaCl) pada ketinggian 6.000 hingga 10.000 kaki untuk menembus awan hujan potensial,” ujar Budi.

Pemantauan BMKG menunjukkan penyemaian awan tersebut memicu hujan di sejumlah daerah, mulai dari Putussibau, Kabupaten Kubu Raya, hingga Kota Pontianak.

Hujan yang turun membantu meningkatkan kelembapan lahan gambut dan mendinginkan wilayah terdampak. Kondisi tersebut juga membantu menipiskan kabut asap serta menekan potensi munculnya titik api baru.

Selain Kalimantan Barat, OMC dilaksanakan di Kalimantan Tengah pada 26 Agustus hingga 5 September 2026. Selama periode tersebut, tercatat 10 sorti penerbangan dengan total bahan semai sebanyak 8.000 kilogram NaCl.

Hasil operasi di Kalimantan Tengah menunjukkan hujan dengan intensitas ringan hingga sedang turun di sejumlah wilayah. Daerah tersebut meliputi Kabupaten Murung Raya, Barito Utara, Kotawaringin Barat, Kapuas, Lamandau, dan Barito Selatan.

Seto menegaskan, pemanfaatan teknologi analisis cuaca dalam OMC merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk mengutamakan pencegahan dalam penanganan karhutla.

Pemerintah tidak hanya melakukan pemadaman setelah kebakaran meluas, tetapi juga melakukan intervensi lebih awal untuk mencegah penyebaran api dan mengurangi dampak kabut asap terhadap masyarakat.

Editor: Puti Aini Yasmin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut