HUT PDIP ke-45, Hasto Kenang Masa Kelam 32 Tahun
JAKARTA, iNews.id - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) merayakan hari jadinya yang ke-45. Rencananya acara perayaan digelar siang ini di Assembly Hall Jakarta Cobvention Center (JCC) Senayan, Jakarta.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, dalam perjalanannya, PDIP sudah melewati dinamika politik luar biasa. Dia mengungkapkan, PDIP selalu dipecah selama 32 tahun era Orde Baru, dikucilkan dan dijadikan sekadar ornamen demokrasi.
"Berbagai intervensi kekuasaan, penyerangan kantor partai, bahkan pernah tidak bisa ikut pemilu. Kalau dalam pilkada dicurangi, dan ditelikung pun sudah hal yang biasa," ujar Hasto dalam siaran persnya yang diterima iNews.id, Rabu (10/1/2018).
Menurutnya, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri selalu mengingatkan, tidak boleh mengeluh. Megawati, kata dia selalu berpesan harus setia pada jati diri sebagai Partai Ideologis atas dasar Pancasila yang bergerak penuh keyakinan.
"Kami selalu setia pada hukum, kami selalu membuka ruang harapan sebesar-besarnya, bahwa politik adalah membangun peradaban, bahwa politik adalah pengabdian," ucapnya.
Dia merasa bersyukur terhadap kepemimpinan Megawati yang konsisten membangun organisasi partai agar semakin sempurna fungsi pendidikan dan kaderisasi untuk lahirnya kepemimpinan ideologis, visioner, mumpuni dan merakyat. Dia menambahkan, PDIP memiliki akar yang kuat dengan Partai Nasional Indonesia yang didirikan oleh Bung Karno pada 1 Juni 1945 sebagai perasan tekad untuk membebaskan Indonesia dari segala bentuk penjajahan.
"Dirgahayu PDIP ke-45. Jadikan Pancasila sebagai bintang penuntun Indonesia Raya," katanya.
Editor: Kurnia Illahi