Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : KPK: Gaji Hakim Naik Bisa Tekan Korupsi, tapi Tergantung Orangnya
Advertisement . Scroll to see content

Idrus Marham Minta Kader Golkar Kembalikan Uang ke KPK

Jumat, 07 September 2018 - 14:25:00 WIB
Idrus Marham Minta Kader Golkar Kembalikan Uang ke KPK
Mantan Menteri Sosial Idrus Marham. (Foto: iNews.id/Ilma de Sabrina)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memeriksa mantan Menteri Sosial (Mensos) Idrus Marham terkait kasus dugaan suap proyek PLTU Riau-1. Idrus diperiksa untuk tersangka mantan anggota Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih dan Pengusaha Johannes Kotjo.

Mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar itu keluar dari gedung KPK sekitar pukul 11.30 WIB. Dia meminta kepada para kader Golkar yang menerima uang dengan cara tidak sah segera mengembalikan ke KPK.

“Kalau ada kader-kader Golkar yang memang mengambil uang, kembalikan. Ini kalau kita cinta Golkar,” kata Idrus di gedung KPK Jakarta, Jumat (7/9/2018).

Pernyataan Idrus itu merespons keterangan tersangka Eni Maulani Saragih, yang juga politikus Partai Golkar. Mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR itu sempat mengutarakan setidaknya ada Rp2 miliar dari uang suap PLTU Riau-1 mengalir ke kegiatan Munaslub (Musyawarah Nasional Luar Biasa) Partai Golkar 2017.

“Selaku mantan Sekjen yang cukup lama, saya mengimbau kepada seluruh keluarga besar Partai Golkar, utamanya pada kader Golkar yang terkait dengan hukum. Kalau memang kita cinta kepada Golkar, kita sayang kepada Golkar, ya mari kita berbuat untuk Golkar. Misalkan, kalau memang tidak ada kaitan sama Golkar, ya jangan kita mengatakan ada kaitan dengan Golkar. Jangan jadi polemik, itu tidak bagus,” ujar Idrus.

Dia khawatir banyaknya kabar yang beredar tentang keterkaitan Golkar dengan kasus ini akan terus menggerus citra partai berlambang pohon beringin itu dan mempengaruhi suara Golkar dalam pilpres dan pileg 2019.  

“Siapa pun dan terus terang saja. Saya sudah bicara kepada pimpinan Golkar hari ini supaya koordinasikan. Ini sudah menghadapi pemilu. Jadi kalau kita sayang Golkar, dan kita ingin betul-betul Golkar maju, ya sudah jangan kaitkan dengan Golkar kalau tidak ada kaitannya,” ucap Idrus.

Dalam kasus ini, tersangka Eni Maulani Saragih telah mengembalikan uang Rp500 juta pada 30 Agustus 2018. Eni beberapa kali mengatakan penerimaan uang itu terkait dengan dana Munaslub Golkar sebesar Rp2 miliar. Namun, Idrus tidak menyebutkan apakah ada pengembalian uang dari Partai Golkar ke KPK.

“Saya tidak tahu (ada pengembalian uang), tanya dong pimpinan. Ini masih anggap saya (pimpinan Golkar), saya sudah bukan pimpinan. Hari ini saya diperiksa sebagai saksi terhadap saudari Eni Saragih dan saudara Kotjo, hanya melengkapi berkas yang sudah sebelumnya, jadi tidak banyak,” tutur Idrus.

Selain dia, KPK juga memanggil CEO Blackgold Natural Resources Rickard Philip Cecil Direktur PT PLN Wiluyo, James Rianto dari swasta dan tersangka Eni Maulani Saragih.

Editor: Khoiril Tri Hatnanto

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut