Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Purbaya Rombak Besar-Besaran Pejabat Kemenkeu: Jangan Puas dengan Kondisi Gini-Gini saja
Advertisement . Scroll to see content

IHSG Anjlok, Purbaya Singgung Transparansi hingga Saham Gorengan 

Kamis, 29 Januari 2026 - 07:15:00 WIB
IHSG Anjlok, Purbaya Singgung Transparansi hingga Saham Gorengan 
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: Anggie Ariesta)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Pasar modal Indonesia mengalami guncangan hebat pada perdagangan, Rabu (28/1/2026) kemarin. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup anjlok sebesar 7,35 persen ke level 8.320 dan sempat menyentuh angka 8 persen dan memicu otoritas memberlakukan penghentian perdagangan sementara (trading halt).

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti pengumuman dari MSCI sebagai faktor utama di balik aksi jual massal (panic selling). Menurutnya, penilaian MSCI mencerminkan adanya persoalan mendasar terkait transparansi dan integritas perdagangan di bursa domestik.

"Ya menurut saya IHSG kan jatuh karena berita yang MSCI yang menganggap kita kurang transparan dan banyak goreng-gorengan saham segala macam kan. Persyaratan mereka ya itu manajemen bersih dan free float-nya berapa persen," kata Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (28/1/2026).

Meski mengakui adanya celah yang perlu diperbaiki, Purbaya menilai kejatuhan indeks hari ini merupakan respons pasar yang terlalu reaktif. 

Dia mengingatkan bahwa masih ada waktu bagi emiten dan otoritas untuk melakukan penyesuaian sebelum keputusan final MSCI dieksekusi pada pertengahan tahun.

"Ini saya pikir reaksi yang berlebihan, karena kan ini baru laporan pertama kan. Masih ada waktu eksekusi sampai bulan Mei kan," katanya.

Purbaya memastikan bahwa koordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus dilakukan guna menjamin perbaikan sistem perdagangan. Dia optimistis bahwa guncangan ini hanya bersifat sementara (shock sesaat) dan perusahaan-perusahaan di bursa akan mampu memenuhi standar global agar tetap menarik bagi investor asing.

Di luar dinamika pasar saham, Purbaya menegaskan bahwa prioritas pemerintah adalah menjaga kekuatan ekonomi riil. Menurutnya, kepercayaan investor jangka panjang akan kembali seiring dengan membaiknya indikator makroekonomi Indonesia.

"Kalau untuk saya, yang penting kita perbaiki ekonominya, karena ekonominya betul-betul membaik. Saya nggak main-main," tuturnya.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut