IJTI: Ada 53 Kasus Kekerasan terhadap Jurnalis Sepanjang 2019

Wildan Catra Mulia ยท Senin, 30 Desember 2019 - 16:08:00 WIB
IJTI: Ada 53 Kasus Kekerasan terhadap Jurnalis Sepanjang 2019
Ketua Umum IJTI, Yadi Hendriana (tengah), di kantor Dewan Pers, Jakarta, Senin (30/12/2019). (Foto: iNews.id/Wildan Catra Mulia)

JAKARTA, iNews.id – Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) mencatat sepanjang tahun ini masih banyak kekerasan yang terjadi kepada jurnalis. Menurut organisasi itu, terdapat 53 kasus kekerasan yang dialami baik oleh wartawan media elektronik, cetak, maupun online (daring).

Ketua Umum IJTI, Yadi Hendriana mengatakan, salah satu penyebab masih banyaknya kekerasan terhadap wartawan pada 2019 karena berada di tahun politik yang ditandai dengan pelaksanaan pemilu legislatif dan pemilu presiden secara bersamaan. Kendati demikian, jumlah kekerasan terhadap wartawan pada tahun ini turun dibandingkan dengan 2018 sebanyak 64 kasus.

“Tentang kekerasan terhadap pers Tahun 2019, IJTI yang di dalamnya masuk dalam Komite Keselamatan Jurnalis kami catat 53 (kasus) secara jumlah memang menurun,” kata Hadi di kantor Dewan Pers, Jakarta, Senin (30/12/2019).

Tak hanya itu, ada beberapa sejumlah peristiwa besar seperti revisi KUHP serta isu rasialisme yang menimbulkan gejolak sosial, terutama di wilayah Papua yang menyebabkan kekerasan itu terjadi kembali. Dari jumlah 53 orang yang mendapatkan tindakan kekerasan pada tahun ini, 28 di antaranya adalah jurnalis media online, 20 wartawan televisi, dan lima lagi adalah jurnalis media cetak.

Walaupun jumlah itu menurun, Yadi meminta aparat kepolisian untuk mengusut tuntas agar citra kebebasan pers di negeri ini tidak tercoreng. “Aparat kepolisian harus memiliki komitmen yang tinggi untuk menghilangkan kekerasan yang selama ini terjadi,” ujarnya.

Yadi menuturkan, pihaknya sudah melakukan advokasi terhadap beberapa jurnalis yang merasa mendapat perilaku kekerasan. Akan tetapi, sejumlah orang tersebut memiliki kesulitan saat berhadapan dengan aparat penegak hukum.

“IJTI mendorong agar kasus kekerasan ini menjadi perhatian serius dari semua pihak terutama aparat penegak hukum pemerintah serta elemen yang konsisten menjaga kebebasan pers. mari kita memerangi kekerasan terhadap pers di jalur hukum,” ucapnya.

Editor : Ahmad Islamy Jamil