Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Jangan Panik! Ebola Tidak Gampang Menular seperti Covid-19
Advertisement . Scroll to see content

IKAPPI: 1.568 Pedagang Pasar Terinfeksi Covid-19

Senin, 09 November 2020 - 08:27:00 WIB
IKAPPI: 1.568 Pedagang Pasar Terinfeksi Covid-19
IKAPPI menyebut sudah ada 1.568 pedagang pasar tradisional yang terpapar covid-19. (Foto: iNews.id)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id -Pasar tradisional masih menjadi lokasi rawan penularan covid-19. Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) menyebut ada 1.568 pedagang yang terinfeksi covid-19 hingga kini.

Ketua Bidang Infokom DPP IKAPPI, Reynaldi menjelaskan pedagang yang terinfeksi covid-19 berasal dari 275 pasar di seluruh Indonesia yang tersebar di 109 kabupaten/kota di 28 provinsi. Sebanyak 65 di antaranya meninggal dunia.

"Jumlah kematian bertambah 10 orang dibanding pekan lalu," kata Reynaldi di Jakarta, Senin (9/11/2020).

Menurutnya pasar akan langsung ditutup jika ditemukan kasus positif covid-19. Terakhir ada dua pasar ditutup karena penemuan kasus covid-19 yaitu Pasar Melati Medan di Sumut dan Pasar Gisting Tanggamus di Lampung.

Oleh sebab itu IKAPPI mendorong pemerintah memperkuat protokol kesehatan dan memasifkan tes swab maupun rapid test di pasar tradisional. Selain itu pemerintah juga diminta memberi stimulus kepada para pedagang agar pasar tradisional tetap bertahan.

Reynaldi menegaskan pasar tradisional harus dijaga keberlangsungannya karena merupakan pusat perekonomian daerah sekaligus pusat distribusi pangan ke masyarakat. Apalagi pandemi covid-19 membuat omzet pedagang pasar tradisional menurun 55-70 persen.

"Kami terus berusaha bertahan untuk menghadapi kondisi ke depan menghadapi Natal dan tahun baru. maka kami meminta kepada pemerintah untuk menjadikan pasar tradisional sebagai pusat fondasi perekonomian lokal atau perekonomian daerah sehingga kita bisa menjaga agar pasar dan perekonomian terus tumbuh,” ujar Reynaldi.

Editor: Rizal Bomantama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut