Indonesia dan Yordania Perkuat Kerja Sama di Bidang Pertahanan

Antara ยท Selasa, 08 Mei 2018 - 21:21 WIB
Indonesia dan Yordania Perkuat Kerja Sama di Bidang Pertahanan

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu. (Foto: SINDONews)

JAKARTA, iNews.id – Pemerintah Indonesia dan pemerintah Yordania sepakat untuk meningkatkan hubungan bilateral di bidang pertahanan. Kesepakatan kedua negara terungkap ketika Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu bertemu Perdana Menteri Yordania Hani al-Mulki pada ajang Special Operation Force Exhibition and Conference (Sofex) Jordan Exhibition 2018, hari ini.

Menhan mengatakan, kerja sama tersebut ditujukan agar kedua negara dapat bertukar pengalaman dan keahlian serta pembelajaran alusista (alat utama sistem persenjataan) yang cocok dalam menghadapi terorisme. “Hal ini sangat penting lantaran Indonesia saat ini sedang menghadapi ancaman terorisme generasi ketiga,” kata Ryamizard, Selasa (8/5/2018).

Mantan kepala staf TNI Angkatan Darat (KSAD) itu menuturkan, terorisme generasi pertama dimotori oleh jaringan al-Qaeda. Selanjutnya, generasi kedua dimulai sejak deklarasi ISIS oleh Abu Bakr al-Baghdadi. Sementara, generasi ketiga ditandai dengan kembalinya pejuang-pejuang ISIS dari Timur Tengah ke kawasan Asia Timur, termasuk Indonesia.


“Karena para pejuang ISIS dari Timur Tengah tersebut akan membentuk divisi Asia Timur yang terdiri dari ISIS Malaysia, Filipina dan Indonesia,” ujar Ryamizard.

Dengan kondisi demikian, dia meyakini kerja sama pertahanan dengan Yordania akan berdampak baik bagi Indonesia ke depan. Sebab, kerja sama ini akan semakin menguatkan pertahanan Indonesia dalam menghadapi serangan terorisme. “Selain tentunya dengan penguatan mindset masyarakat Indonesia supaya kuat menghadapi radikalisme dan kerja sama trilateral antarnegara-negara di kawasan,” ucap menhan.

Perdana Menteri Yordania Hani al-Mulki mengapresiasi pertemuan dengan Ryamizard hari ini. Menurut dia, kerja sama tersebut adalah langkah yang tepat untuk mengantisipasi dan menangkal potensi terorisme dan ekstremisme yang kini mulai berkembang di Eropa dan Asia Timur.

Editor : Ahmad Islamy Jamil