Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Dinkes Jakarta Catat 38 Kasus Covid-19 sejak Awal 2025, Antisipasi Lonjakan
Advertisement . Scroll to see content

Indonesia Dinilai Mampu Produksi Vaksin Covid, Begini Penjelasan Menristek

Jumat, 22 Januari 2021 - 23:55:00 WIB
Indonesia Dinilai Mampu Produksi Vaksin Covid, Begini Penjelasan Menristek
Ilustrasi vaksinasi Covid-19. (Foto: ilustrasi/istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Menteri Riset dan Teknologi atau Kepala Badan Riset Inovasi Nasional, Bambang Brodjonegoro menilai, Indonesia mampu memproduksi vaksin secara mandiri nantinya. Bahkan diyakininya bisa menjadi negara ekportir vaksin.

"Sebenarnya industri vaksin di Indonesia cukup kuat, mandiri dan prospektif terutama kalau dari pandangan teman-teman ekonomi dan bisnis. Kenapa? Karena penduduk kita 270 juta," kata Menristek Bambang dalam diskusi virtual, Jumat (22/1/2021).

Menurut dia, untuk pandemi saja jika ingin menciptakan herd immunity dibutuhkan 360 juta dosis. Belum lagi kebutuhan vaksin di luar pandemi Covid-19 memerlukan imunisasi.

Menteri Riset dan Teknologi, Bambang Brodjonegoro. (Foto: dok BNPB)
Menteri Riset dan Teknologi, Bambang Brodjonegoro. (Foto: dok BNPB)

"Jadi di luar kebutuhan pandemi kita juga butuh keperluan untuk misalkan kesehatan masyarakat dari sejak anak-anak mendapatkan imunisasi yang sesuai," ujarnya.

Kebutuhan vaksin saat ini, kata dia, sangat beragam. Pengembangannya pun tidak akan berhenti pada produksi vaksin Covid-19, tapi terus berlanjut untuk keperluan lain.

"Artinya pengembangan vaksin ini tidak akan pernah berhenti dan untuk memenuhi kebutuhan 270 juta apalagi kalau kita arahnya preventif medis mau tidak mau industri vaksinya harus kuat," kata Bambang.

Untuk menciptakan berbagai vaksin ini perlu perhatian bersama dari hulu ke hilir. Mulai dari penelitian, lalu melibatkan peran swasta untuk memperbanyak jumlahnya.

"Jadi potensi ada, tinggal bagaimana kita merangkainya dalam suatu kerja sama riset dan inovasi dari hulu sampai hilir. Sehingga ada kemandirian vaksin," ujar dia.

Editor: Andi Mohammad Ikhbal

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut