Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kemenkes Siapkan Masker Antisipasi ISPA akibat Kebakaran Hutan di Kalimantan
Advertisement . Scroll to see content

Indonesia Kejar Pengembangan Teknologi Terapi Sel

Rabu, 26 Agustus 2026 - 13:18:00 WIB
Indonesia Kejar Pengembangan Teknologi Terapi Sel
Pemerintah mendorong pengembangan teknologi terapi sel agar Indonesia dapat mengejar negara-negara maju di Asia, termasuk Jepang. (Foto: Mei Sada)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menilai perkembangan terapi sel di Indonesia terus menunjukkan kemajuan. Pemerintah pun mendorong pengembangan teknologi tersebut agar Indonesia dapat mengejar negara-negara maju di Asia, termasuk Jepang.

Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan Kemenkes, Lucia Rizka Andalusia mengatakan, terapi sel di Indonesia saat ini tidak hanya dikembangkan untuk menangani penyakit yang belum memiliki alternatif pengobatan.

Penelitian terapi sel juga mulai diarahkan untuk menangani penyakit degeneratif hingga pengembangan regenerative cell yang bertujuan memperbaiki sel tubuh.

“Di Indonesia sendiri sudah sangat pesat perkembangan untuk terapi sel ini, baik itu yang dilakukan untuk penyakit-penyakit yang tidak ada alternatif pengobatannya, maupun yang untuk sekarang kita juga berkembang terapi sel ke arah yang untuk degeneratif, untuk perbaikan sel, regenerative cell, dan sebagainya,” ujar Lucia dalam ACTO-ASPI 2026 Annual Meeting di Jakarta, Rabu (26/8/2026).

Meski berkembang pesat, Lucia menegaskan kemajuan teknologi terapi sel tidak boleh hanya berorientasi pada kecepatan. Faktor keamanan pasien dan efektivitas terapi tetap menjadi perhatian utama.

Menurut Lucia, Indonesia juga melakukan pembandingan atau benchmark dengan sejumlah negara untuk melihat perkembangan regulasi dan teknologi terapi sel. Jepang menjadi salah satu negara yang dijadikan rujukan karena dinilai telah lebih maju dalam bidang tersebut.

“Kalau dibandingkan dengan negara Asia lain, mungkin Jepang ya, Jepang lebih maju, lebih advanced,” katanya.

Lucia mengatakan Indonesia bahkan memiliki rencana kerja sama dengan Jepang dalam pengembangan stem cell untuk otot jantung. Teknologi yang akan digunakan dalam pengembangan tersebut adalah induced pluripotent stem cells (iPSC).

Kerja sama tersebut diharapkan dapat mempercepat kemampuan Indonesia dalam mengembangkan terapi sel. Kolaborasi antara peneliti dan klinisi juga dinilai penting agar inovasi yang dihasilkan dapat memenuhi standar keamanan dan berbasis bukti ilmiah.

“Makanya dengan kolaborasi di ACTO ini, kita harapkan peneliti Indonesia, klinisi Indonesia juga memiliki kecepatan untuk pengembangan terapi sel ini setara dengan negara-negara maju seperti Jepang kalau di Asia,” tuturnya.

Lucia menambahkan, Indonesia sebenarnya telah memiliki sejumlah peneliti yang aktif mengembangkan teknologi terapi sel. Beberapa penelitian bahkan telah menunjukkan efikasi untuk penyakit tertentu.

Namun, penerapan terapi sel tetap harus dikawal secara ketat. Pengembangan teknologi tersebut harus didukung bukti ilmiah yang memadai serta memenuhi standar keamanan sebelum digunakan secara luas.

Kolaborasi internasional dan penguatan riset dalam negeri, Kemenkes berharap perkembangan terapi sel di Indonesia dapat semakin cepat sekaligus aman bagi pasien. Targetnya, kemampuan Indonesia dalam bidang terapi sel dapat menyamai negara-negara maju di Asia seperti Jepang.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut