Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Dokter Dikirim ke Wilayah Terisolir untuk Fokus Beri Pelayanan Dasar hingga Trauma Healing
Advertisement . Scroll to see content

Indonesia Kekurangan 100.000 Dokter, Ini Langkah Pemerintah

Kamis, 15 Januari 2026 - 11:25:00 WIB
Indonesia Kekurangan 100.000 Dokter, Ini Langkah Pemerintah
Mensesneg Prasetyo Hadi. (Foto: Binti Mufarida)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan Indonesia masih kekurangan 100.000 dokter. Presiden Prabowo Subianto menekankan harus ada percepatan peningkatan di sektor pendidikan kesehatan.

“Tadi kan sebenarnya diskusinya ini juga sudah dimulai oleh Kementerian Diktisaintek ya, misalnya berkenaan dengan bagaimana kita mempercepat pemenuhan kebutuhan dokter kita yang berdasarkan data, kita masih kekurangan hampir di atas 100.000. Nah ini kan kita harus cari cara bagaimana untuk bisa mempercepat,” kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (15/1/2026).

Selain itu, kata dia, pemerintah juga menghitung dan mengkaji terkait peluang pengurangan beban operasional di setiap Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Upaya ini bertujuan agar perguruan tinggi dapat meningkatkan kualitas dan daya saing tanpa menambah beban biaya bagi masyarakat terutama mahasiswa.

“Kemudian juga kualitas lembaga-lembaga pendidikan kita, universitas-universitas kita, baik dosennya, baik sarana prasarananya, termasuk kita sedang menghitung dan berpikir bagaimana bisa mengurangi beban operasional di setiap Perguruan Tinggi Negeri kita,” ujarnya. 

Prasetyo menegaskan, langkah tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan amanat konstitusi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Ia menilai pendidikan tinggi memiliki peran strategis dalam mendukung tujuan tersebut.

“Karena kita menyadari bahwa sesungguhnya amanat konstitusi kita harus mencerdaskan kehidupan bangsa dan salah satunya melalui pendidikan di tingkat universitas,” ujarnya.

“Sehingga, kalau memungkinkan kita sedang coba menghitung bagaimana universitas-universitas ini dapat maju dan berkualitas dan tidak memberatkan dari sisi pembiayaan bagi masyarakat atau bagi mahasiswa,” lanjut Pras. 

Diketahui, Prabowo berdiskusi dengan para rektor dan guru besar dari berbagai perguruan tinggi di Istana Kepresidenan, Jakarta, hari ini. Sekitar 1.200 undangan dari berbagai universitas menghadiri pertemuan tersebut.

Dalam kesempatan itu, Prabowo memberikan taklimat kepada para rektor dan guru besar. Pertemuan berlangsung secara tertutup. 

"Keseluruhan sementara tertutup," tutur Prasetyo.

Editor: Rizky Agustian

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut