iNews Campus Connect 2026 Digelar di Untar, Mahasiswa Diajak Bijak Bermedia Sosial
JAKARTA, iNews.id - Dunia perkuliahan tidak hanya soal teori di ruang kelas. Mahasiswa juga perlu mengenal lebih dekat dinamika industri agar memiliki gambaran mengenai dunia kerja sebelum menyelesaikan pendidikan.
Hal inilah yang menjadi salah satu fokus iNews Campus Connect (ICC) 2026 digelar di Universitas Tarumanagara (Untar). Memasuki hari kedua pada Rabu (30/9/2026), mahasiswa diajak mengenal lebih dekat industri media sekaligus memahami pentingnya bersikap kritis ketika menerima informasi di media sosial.
Rangkaian acara dibuka dengan sambutan Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama Untar, Assoc. Prof. Sri Tiatri, S.Psi., M.Si., Ph.D., Psikolog, bersama perwakilan iNews Media Group, Masirom selaku COO IDX Channel sekaligus Editor in Chief Okezone.

Sri Tiatri mengatakan kehadiran ICC menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan mengenai dunia industri. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran untuk membantu menghubungkan mahasiswa dengan dunia kerja sehingga mereka lebih siap ketika memasuki industri.
"Jadi tugas kami adalah menghubungkan, supaya saudara-saudara siap bekerja nanti, supaya saudara-saudara punya wawasan yang luas, mengetahui iNews Media Group itu apa," ujar Sri Tiatri.
Ia pun mendorong mahasiswa untuk mengenal berbagai lini yang berada dalam ekosistem iNews Media Group, mulai dari iNews, Okezone, SINDOnews, IDX Channel hingga jaringan radio.
Pengetahuan tersebut dinilai penting, khususnya bagi mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi yang nantinya berpotensi bersinggungan langsung dengan industri media dan komunikasi.
Bukan hanya mengenal industri, mahasiswa Untar juga berpeluang mendapatkan pengalaman kerja melalui program magang. Sri Tiatri mengungkapkan dirinya sempat menanyakan kemungkinan mahasiswa Untar menjalani magang di iNews Media Group kepada Masirom.
"Tadi saya tanya Pak Masirom, boleh enggak mahasiswa Untar magang di iNews Media Group? Pak Masirom mengatakan, ‘Bisa, sangat!’” katanya.
Menurut Sri Tiatri, pengalaman seperti magang dapat menjadi bagian penting dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia profesional. Selain kompetensi akademik, mahasiswa juga perlu memiliki keterampilan, wawasan, serta soft skill yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Ia juga menyinggung rekam jejak sejumlah lulusan Untar yang telah bekerja bahkan sebelum menyelesaikan pendidikan. Karena itu, mahasiswa didorong untuk memanfaatkan berbagai kesempatan yang dapat memperluas pengalaman dan jaringan profesional.
"Jadi, saya pesan untuk semua mahasiswa yang berada di sini, manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya, perluas wawasan saudara," tuturnya.
Sementara itu, Masirom mengatakan iNews Campus Connect 2026 menjadi pelaksanaan ketiga yang digelar iNews Media Group di Untar. Menurutnya, keberlanjutan kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk hubungan kerja sama yang telah terjalin antara iNews Media Group dan Untar.
"Ini merupakan iNews Campus Connect yang ketiga kami laksanakan di Untar. Ini menunjukkan bahwa kerja sama antara iNews Media Group dan Untar sudah terjalin dengan sangat baik," kata Masirom.
Di hadapan mahasiswa, Masirom kemudian memperkenalkan ekosistem iNews Media Group yang memiliki empat brand utama, yakni iNews, Okezone, SINDOnews, dan IDX Channel.
Masing-masing memiliki karakteristik dan fokus yang berbeda. iNews hadir melalui televisi, portal berita, serta media sosial. SINDOnews dan IDX Channel juga memiliki kanal televisi, portal, dan media sosial, sementara layanan televisinya saat ini tersedia melalui pay TV.
Adapun Okezone merupakan portal berita yang juga menaungi tiga jaringan radio, yakni RDI, V Radio, dan Global Radio.
Ekosistem tersebut membuat industri media kini tidak hanya berkutat pada televisi atau media cetak. Perkembangan platform digital membuat informasi hadir melalui berbagai kanal, mulai dari portal berita hingga YouTube, TikTok, Instagram, dan Facebook.
Namun, semakin banyaknya kanal informasi juga membawa tantangan tersendiri. Masirom mengingatkan mahasiswa agar tidak mudah mempercayai informasi yang beredar di media sosial, terutama di tengah maraknya disinformasi dan misinformasi.
"Belum tentu semua informasi di media sosial benar adanya. Karena itu, bijaklah dalam mengonsumsi pemberitaan, bijaklah di dalam mengonsumsi informasi yang ada di sosial media," ujarnya.
Menurut Masirom, media arus utama memiliki standar dan kode etik dalam menjalankan proses jurnalistik. Informasi yang disampaikan kepada publik juga melalui proses kurasi dan pengecekan sebelum diterbitkan.
Karena itu, mahasiswa diminta membiasakan diri memeriksa kembali informasi yang diterima, terutama ketika menemukan kabar yang beredar luas di media sosial.
"Gunakan sumber dari media-media arus utama, media-media mainstream, karena tadi, itu ada standarnya, ada regulasi yang mesti kita patuhi," kata Masirom.
Melalui iNews Campus Connect 2026, mahasiswa Untar pun tidak hanya mendapatkan gambaran mengenai berbagai peluang di industri media. Mereka juga diajak memahami bahwa memasuki dunia profesional membutuhkan perpaduan antara pengetahuan, keterampilan, pengalaman, serta kemampuan menyaring informasi secara kritis.
Dengan bekal tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya siap menghadapi kebutuhan industri setelah lulus, tetapi juga mampu menjadi pengguna informasi yang lebih bijak di tengah derasnya arus informasi digital.
Editor: Muhammad Sukardi