iNews Media Group Campus Connect UNS, Ajak Mahasiswa dan Anak Muda Bentuk Mental Baja
SURAKARTA, iNews.id - Memiliki mental baja menjadi hal penting bagi mahasiswa dan anak muda dalam menghadapi tantangan kehidupan. Melalui sesi Genzone Talks di acara iNews Media Group Campus Connect, ratusan mahasiswa diajak memahami cara membangun mental yang kuat dan tidak mudah menyerah.
Diskusi bertema “Recharger Your Energy, Level Up Your Focus” yang digelar di Gedung Suhardi UNS, Surakarta, menghadirkan sejumlah narasumber inspiratif. Salah satunya yakni Timotius Mulyadi, seorang swimmer, triathlete, sekaligus sport content creator.
Dalam sesi tersebut, Timotius menekankan pentingnya membangun lingkungan pertemanan yang positif dan suportif. Menurut dia, lingkungan yang solid dapat membantu seseorang bangkit ketika sedang berada di titik terendah.
“Saran aku, build lingkungan kalian sebaik mungkin, sesolid mungkin, ditambah kalian share rasa gak nyaman kalian ke orang yang kalian deket, kalian percaya, dari situ mentalitas itu akan kebentuk. Misalnya kalian ngeluh dan sesuatu yang jelek, negatif thinking dan segala macem, akan dibantah sama temen kalian yang support,” kata Timotius.
Dia menilai dukungan dari orang sekitar bisa menjadi motivasi agar seseorang tidak kalah dengan pikiran negatif yang kerap menghambat langkah untuk meraih tujuan.
“Dari situ mentalitas pelan-pelan kebangun, berani gagal udah pasti, hal-hal yang motivasi-motivasi yang standar kalian tau berani gagal, tapi yang penting bangun lingkungan community kalian yang kuat, sehingga ketika kalian lagi jatuh, kalian bisa dibangkitin sama orang-orang di sekitar kalian supaya mentalitasnya sekuat baja,” ujar dia.
Hal senada juga disampaikan konten kreator sekaligus pegiat olahraga lari, Namira Adjani. Dia menuturkan mental yang kuat juga terbentuk dari lingkungan sekitar yang positif.
Menurut Namira, bergaul dengan banyak orang dari latar belakang berbeda membuat dirinya memiliki perspektif baru dalam menjalani kehidupan.
“Karena banyak juga aku di dunia lari tuh temenan sama orang yang jauh lebih tua dari aku, yang udah seumuran mamaku. Tapi dari perspektif yang berbeda-beda itu, kayak mentalku tuh bisa kebentuk menjadi lebih strong,” tutur Namira.
Selain faktor lingkungan, Namira juga menilai pola pikir menjadi kunci penting dalam membangun mental baja. Dia mengaku pernah berada di fase overthinking dan takut mencoba sesuatu.
Namun, seiring waktu dia menyadari pola pikir tersebut justru berdampak buruk bagi dirinya. Karena itu, dia mulai mengubah cara pandangnya menjadi lebih santai dalam menghadapi proses kehidupan.
“Nah di tengah-tengah kuliah, aku sadar kalo mindset itu tuh gak baik gitu buat aku. Jadinya aku switch menjadi orang yang lebih chill, jadi kayak yang penting dijalanin dulu aja, kalaupun emang ada ups and downsnya, yaudah gapapa, itu part of the process kita belajar gitu,” kata dia.
Tak hanya itu, Namira juga menyarankan anak muda untuk mengikuti kegiatan yang bisa melatih mental agar semakin kuat. Salah satunya melalui olahraga lari maraton yang menurutnya mampu melatih daya tahan fisik sekaligus mental.
“Nah dan yang terakhir, itu ikut kegiatan-kegiatan yang semacam bisa membuat mentalnya lebih kuat, kayak marathon. Karena marathon itu kan kita lari 3 jam loh, 3-4 jam, yang menemani kita cuma musik dan diri kita sendiri gitu. Kan mau gak mau dalam menyelesaikan hal itu, kita tuh harus bermental kuat. Karena kalo mental kita gak kuat, itu pasti di tengah-tengah,” ujarnya.
Editor: Dani M Dahwilani