Ingat! Ini Lho 9 Risiko Penyakit saat Konsumsi Daging Berlebih
JAKARTA, iNews.id - Momen Iduladha identik dengan mengenonsumsi daging. Namun ternyata, mengonsumsi daging tidak boleh berlebih karena ada risiko penyakit yang mengintai.
Menurut Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) UM Surabaya Dede Nasrullah, daging adalah sumber makanan yang tinggi protein dan tinggi akan lemak. Kandungan lemak dan protein yang tinggi itulah yang perlu diwaspadai.
"Banyak masyarakat kita mengolah daging menjadi sate, rendang, kari dan lain sebagainya. Mengkonsumsi daging bagi kesehatan memiliki banyak manfaatnya terutama dalam hal pembentukan otot, meningkatkan kekebalan tubuh serta mencegah anemia,” kata Dede dikutip Kamis (29/6/2023).
Sembelit/konstipasi bisa terjadi karena daging tidak memiliki serat yang dapat membantu untuk melancarkan pencernaan. Oleh karena jika seseorang banyak mengkonsumsi daging maka seseorang bisa mengkombinasikan dengan mengkonsumsi sayuran dan buah- buahan.
4 Cara Menyimpan Daging Kurban di Kulkas agar Tahan Lama dan Selalu Segar
"Kedua akan muncul masalah pencernaan, terlalu banyak mengkonsumsi daging yang mengandung protein hewani namun rendah serat, maka pencernaan dalam tubuh kita akan bermasalah dikarenakan bakteri dalam perut yang tidak cukup mendapatkan nutrisi serat tersebut,” tutur dia.
Tips Mengolah Daging Kurban saat Iduladha agar Empuk, Tidak Bau dan Sehat dari Dosen Unair
Pencernaan protein membutuhkan energi besar, dan membutuhkan air untuk membuang kelebihan nitrogen dari hasil pemecahan molekul protein di dalam usus. Oleh karena itu, ada risiko kekurangan cairan atau dehidrasi pada tubuh.
Keempat akan meningkatkan risiko penyakit yang berkaitan dengan kolesterol dan lemak seperti penyakit jantung sehingga menyebabkan penyumbatan pembuluh darah.
Mengonsumsi daging berlebih akan menimbulkan berkeringat lebih dan dapat memicu bau badan yang tidak sedap. Saat makan daging, tubuh harus mengeluarkan energi untuk mencerna dan memproses sehingga menyebabkan seseorang mudah berkeringat dan dapat memicu bau badan yang tidak sedap.
Hal ini diakibatkan semua energi dikeluarkan untuk mencerna makanan yang banyak mengandung daging, selain itu daging sapi mengandung triptofan yang tinggi sehingga jika mengkonsumsi terlalu banyak badan akan terasa lelah dan akan memunculkan rasa kantuk setelah makan.
Risiko penyakit kanker bisa terjadi karena dalam beberapa kasus pengelolaan daging dapat membentuk senyawa karsinogenik seperti amina heterosiklik (HCA) dan hidrokarbon aromatik polisiklik (PAH).
"HCA terbentuk saat daging dimasak pada suhu tinggi, sedangkan PAH terbentuk saat pembakaran zat organik pada daging, sehingga meningkatkan resiko kanker,” ujar dia.
Kedelapan adalah berisiko terjadinya penyakit batu ginjal, protein yang berlebih dikarenakan mengkonsumsi daging dapat mempengaruhi ginjal karena senyawa purin dari daging dapat membentuk asam urat yang dapat meningkatkan risiko batu ginjal.
”Terakhir dapat menyebabkan kenaikan berat badan, mengkonsumsi daging yang berlebih dapat meningkatkan berat badan, terutama daging yang masih mengandung banyak lemak di setiap potongannya,” kata Dede.
Editor: Puti Aini Yasmin