Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Sayap Pesawat Nyangkut di Rumah Warga Bogor gegara Puting Beliung, BMKG Buka Suara
Advertisement . Scroll to see content

Ingatkan Masyarakat Taat Protokol Kesehatan, Wamenkes: Vaksin Covid-19 Bukan Game Changer

Rabu, 03 Maret 2021 - 11:07:00 WIB
Ingatkan Masyarakat Taat Protokol Kesehatan, Wamenkes: Vaksin Covid-19 Bukan Game Changer
Ilustrasi Vaksin Covid-19 (Foto: iNews)
Advertisement . Scroll to see content

BOGOR, iNews.id -  Masyarakat diminta selalu taat protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19. Jembatan antara peran serta masyarakat dan komitmen pemerintah itulah yang sekarang mulai dilaksanakan secara masif, yaitu vaksinasi.

Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono menjelaskan, yang dimaksud dengan peran serta masyarakat dalam penanggulangan pandemi Covid-19 adalah 3M (mencuci tangan, menjaga jarak, menggunakan masker). Sementara peran serta pemerintah adalah disiplin 3T (testing, tracing, treatment).

"Namun vaksinasi bukan game changer. Itu sebab tracing dan testing harus diperbanyak dan masyarakat harus berperan serta," ucap Dante, Rabu (3/3/2021).

Pada kesempatan yang sama, salah satu keluarga penyintas Covid-19, Anang Hermansyah mengaku sebagai warga negara yang partisipatif dirinya beserta keluarga sudah menjalankan protokol kesehatan ketat untuk mengindari penyebaran Covid-19 di lingkungannya.

Namun, menurut mantan Anggota DPR itu, kesulitan dirasakan ketika dirinya dan keluarga harus memastikan bahwa seluruh anggota keluarganya bebas virus corona.

"Kenapa gak bisa PCR Swab semua? Karena biayanya tinggi. Makanya harapan saya dari bagian masyarakat, kita sudah punya teknologi yang bagus GeNose kenapa gak disertakan," katanya seraya bertanya kepada Wakil Menteri Kesehatan.

Menurut suami Ashanty itu, dengan GeNose diharapkan partisipasi masyarakat dapat lebih luas lagi. Anang berargumen, salah satu kendala yang menjadi penyebab sulitnya mengontrol penyebaran Covid-19 di kluster keluarga adalah tingginya biaya tes PCR Swab.

"Sementara untuk antigen tidak presisi atau kurang akurat," kata Anang.

Untuk informasi, hingga dengan Maret 2021 Kementerian Kesehatan menyebutkan sudah 1,3 juta masyarakat Indonesia terinfeksi virus corona, dan 36,5 ribu diantaranya meninggal dunia.

Editor: Muhammad Fida Ul Haq

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut