Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Berantas Kemiskinan, Ekonom Dorong Pemerintah Perkuat Senjata Ultramikro
Advertisement . Scroll to see content

Ini Alasan Harga Kebutuhan Naik Jelang Lebaran Menurut Ekonom Unair

Selasa, 19 April 2022 - 17:15:00 WIB
Ini Alasan Harga Kebutuhan Naik Jelang Lebaran Menurut Ekonom Unair
Ilustrasi pasar. Foto: Ist.
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Harga kebutuhan pokok, seperti minyak goreng, gula hingga BBM meningkat jelang Lebaran. Hal ini pun terjadi setiap tahunnya. Apa alasannya menurut ekonom dari Universitas Airlangga (Unair)? 

Menurut Ekonom Unair Imron Mawardi fenomena kenaikan harga jelang hari besar kerap terjadi. Hal ini bahkan terus berulang hingga seakan-akan terbentuk sebuah pola tahunan dan memberatkan masyarakat.

Ternyata, kata Imron, fenomena kenaikan harga ini berkaitan dengan prinsip ekonomi sederhana, yakni permintaan yang meningkat akan berdampak kepada kenaikan harga. Apalagi, Ramadan tahun ini, masyarakat juga dihadapkan dengan euforia karena tidak ada pembatasan sosial.

“Untuk tahun ini itu karena ada fenomena pemulihan pandemi, dan ditambah juga ukraina (Konflik Rusia-Ukraina), itu dampaknya luar biasa,” ujar Imron dikutip dari laman resmi Unair, Selasa (19/4/2022).

Lebih lanjut, Imron menjelaskan fenomena kenaikan harga sebenarnya bisa diantisipasi dengan menambah supply barang oleh pasar. Dengan begitu, kenaikan harga seharusnya tidak akan terulang setiap jelang hari raya.

Namun, baginya, pola kenaikan permintaan menjelang hari besar ini sering dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab. Alhasil, meskipun intervensi pemerintah hadir, fenomena tersebut tetap terulang. Ia pun memperkirakan akan terjadi inflansi di atas 0,5 persen untuk bulan April.

“Kalau menurut saya, untuk bulan April, perkiraan saya inflasi akan diatas 0,5 dibandingkan inflasi bulan sebelumnya. Kalau kita lihat fenomena sebelumnya pun, memang, inflasi di bulan Ramadan lebih tinggi dari bulan-bulan sebelumnya,” tutur dia.

Namun baginya, kenaikan harga di bulan Ramadan tidak selamanya buruk. Hal tersebut juga dapat mengindikasi bahwa roda perekonomian di tengah masyarakat tetap bergerak. Ia menyoroti fenomena menjelang Lebaran, seperti pemberian tunjangan kepada karyawan, hingga pendistribusian kekayaan kepada masyarakat miskin melalui zakat, infak, dan sedekah, yang masif digencarkan saat bulan Ramadan.

“Ketika orang punya uang dari menerima sedekah, otomatis permintaan barang akan naik kan, karena mereka akan membelanjakan uang itu. Begitupun para mustahiq (orang yang menerima zakat) yang akan membelanjakan uangnya,” ucap Wakil Dekan II Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin (FTMM) Unair tersebut.

Untuk itu, ia berpesan kepada masyarakat agar membuat skala prioritas dan memahami apa itu keinginan dan kebutuhan. Menurutnya, keinginan itu hal yang tidak terbatas sedangkan kebutuhan itu terbatas.

“Jadi sebenarnya, kalau dasar (membelanjakan uang) kita ini kebutuhan, maka kita akan hemat. Ini juga tuntunan agama,” kata dia.

Editor: Puti Aini Yasmin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut