Ini Cara Pemprov Lampung Jaga Stabilitas Sektor Pertanian saat Pandemi
JAKARTA, iNews.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung meyebut sektor pangan atau pertanian akan tetap menjadi daya dongkrak Provinsi Lampung dalam menggerakkan pertumbuhan ekonomi pada periode masa Triwulan III. Sejumlah langkah telah disiapkan.
Hal itu diungkapkan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pemprov Lampung, Fredy dalam Webinar Leader Talk bertajuk 'Strategi Ketahanan Pangan Lampung Menghadapi Dampak Kontraksi Ekonomi Pandemi Covid-19' Kamis (3/9/2020).
Fredy menyakini daerahnya tidak akan mengalami kontraksi ekonomi, khususnya di sektor pertanian pada masa Triwulan III. Dia menyebut hal itu lantaran pada masa Triwulan III nanti, Lampung masih memasuki masa panen.
"Pada triwulan III ini kita masih bertahan karena kita masih melakukan penanaman pada bulan Juli-September produksi pertanian kita masih mengalami perkiraan panen kita sekitar 950 ribu ton pada bulan akhir Oktober," kata Fredy dalam paparannya.
Cegah Penularan, Warga yang Kontak dengan Pasien Covid-19 Diminta Isolasi Mandiri
Apalagi, kata dia, hanya sektor pertanian saja yang tak mengalami kontraksi pada masa Triwulan II. Fredy menyebut, pertumbuhannya masih di angka kisaran 32 persen pada sektor yang menjadi unggulan di Provinsi Lampung ini.
"Jadi kita harapkan ke depan sektor pertanian ini yang bisa berkembang, dan ke depan kita pertahankan," ujarnya.
Kendati demikian, Fredy menyadari pandemi Covid-19 ini ternyata mampu membuat sektor-sektor lain di luar pertanian menjadi anjlok. Oleh karenanya, Pemprov Lampung telah menyiapkan strategi dalam rangka mengantisipasi tidak terjadinya kontraksi yang cukup parah pada sektor-sektor tersebut.
"Dalam (sektor) yang lainnya perlu peningkatan hilirisasi dari produksi tersebut," katanya.
Editor: Muhammad Fida Ul Haq