Ini Ciri Orang Mendapatkan Anugerah Lailatul Qadar Menurut Quraish Shihab

Kastolani · Minggu, 02 Juni 2019 - 03:30:00 WIB
Ini Ciri Orang Mendapatkan Anugerah Lailatul Qadar Menurut Quraish Shihab
Umat Islam melaksanakan salat tarawih di Bulan Ramadan. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Setiap Muslim tentu sangat mendambakan bisa mendapatkan anugerah malam Lailatul Qadar. Malam yang lebih baik dari seribu bulan.

Tak heran, banyak umat Muslim yang berlomba-lomba memperbanyak ibadah terutama di 10 terakhir Ramadan. Sebab, sesuai sabda Nabi SAW, Lailatul Qadar datang menjumpai orang yang berpuasa di malam-malam ganjil akhir Ramadan.

Lalu, bagaimana tanda umat Islam yang mendapat anugerah malam yang lebih baik dari 1.000 bulan itu.

Pakar tafsir Profesor Quraish Shihab memberi penjelasan mengenai Lailatul Qadar dalam bukunya “Membumikan Alquran” (Mizan: 1999).

Menurut Quraish Shihab, Lailatul Qadar adalah malam yang sangat mulia dan manusia tidak dapat membayangkan betapa mulianya malam itu.

Karena itu, Alquran mendahulukan ungkapan Wa ma adrakama lailatul qadr dan apakah yang menjadikan engkau siapa pun engkau mengetahui apakah Lailatul Qadar? Yakni engkau  tidak mampu mengetahui dan menjangkau keseluruhan betapa hebat dan mulianya malam itu.

Kata-kata yang digunakan manusia tidak dapat melukiskannya dan nalarnya pun sukar menjangkaunya. Namun demikian, ini bukan berarti bahwa malam mulia itu dapat ditemui atau menemui seseorang selain Rasulullah SAW. 

Sebab kalau demikian, mengapa Rasulullah menganjurkan umatnya untuk mempersiapkan diri menyambutnya dengan memperbanyak i'tikaf dan ibadah, khususnya pada malam-malam ganjil setelah 20 hari Ramadhan.

Pengarang Tafsir Al Mishbah itu menjelaskan, memang boleh jadi ada yang mengaku atau salah paham sehingga menduga telah mendapatkan malam mulia itu. Banyak riwayat yang diperselisihkan kesahihannya, menyangkut tanda-tanda kehadiran malam itu.

Menurut Quraish Shihab, tanda yang paling jelas adalah sikap dan perilaku keseharian yang bersangkutan. Lailatul dilukiskan sebagai salam kedamaian sampai terbitnya fajar. Hal ini menjadikan hati seseorang yang mendapatkannya selalu damai dan tenteram sehingga mengantar pemiliknya dari ragu kepada yakin.

"Dari kebodohan kepada ilmu, dari lalai kepada ingat, khianat kepada amanat, riya kepada ikhlas, lemah kepda teguh dan sombong kepada tahu diri," ujar mantan menteri agama itu.

Dia menjelaskan, pada malam Lailatul Qadar para malaikat turun untuk menyampaikan salam kepada umat manusia. Hal ini menjadikan seseorang yang mendapatkannya selalu mengarah kepada kebaikan karena adanya bimbingan malaikat. Itulah alamat yang dapat dijadikan bukti pertemuan dengan Lailatul Qadar. Wallahu a'lam.

Editor : Kastolani Marzuki