Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : 753 Saham Melemah, IHSG Hari Ini Ditutup Anjlok 4,88 Persen
Advertisement . Scroll to see content

Ini Hasil Pertemuan BEI-OJK dengan MSCI usai IHSG Rontok

Senin, 02 Februari 2026 - 22:04:00 WIB
Ini Hasil Pertemuan BEI-OJK dengan MSCI usai IHSG Rontok
Self-Regulatory Organization (SRO) pasar modal Indonesia usai bertemu dengan penyedia indeks provider global Morgan Stanley Capital International (MSCI). (Foto: Iqbal Dwi Purnama)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK), PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Self-Regulatory Organization (SRO) menggelar pertemuan dengan penyedia indeks provider global Morgan Stanley Capital International (MSCI). Pertemuan ini berlangsung setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) rontok pada pekan lalu.

Pejabat Sementara (Pjs) Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi menjelaskan, diskusi dengan MSCI berlangsung konstruktif dan sejalan dengan agenda reformasi yang tengah dijalankan OJK. 

Selain OJK dan BEI, pertemuan tersebut turut dihadiri perwakilan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) serta Danantara Indonesia, bersama tim analis MSCI.

"OJK akan melakukan pembahasan lanjutan di tingkat teknis dan secara berkala menyampaikan perkembangan kepada publik sebagai bagian dari komitmen transparansi," kata Hasan dalam konferensi pers di Gedung BEI, Jakarta, Senin (2/2/2026).

Hasan menambahkan, MSCI juga menyatakan bersedia untuk memberikan panduan teknis terkait metodologi dan perhitungan yang digunakan dalam evaluasi indeks. 

OJK berharap seluruh langkah tersebut dapat menjadi progres positif dalam evaluasi MSCI ke depan dan memperkuat kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia.

Dalam pertemuan tersebut, OJK siap untuk terbuka dan memberikan data kepemilikan saham investor yang menguasai di atas 1 persen saham perusahaan terbuka. Hal ini dilakukan untuk menindaklanjuti temuan MSCI terkait kurang transparannya pasar saham Indonesia. 

"Terkait dengan disclosure (pengungkapan) atas kepemilikan pemegang saham dengan porsi di bawah 5 persen, yang kita komitkan untuk dapat dilakukan untuk kepemilikan saham di atas bahkan 1 persen," kata dia.

Selain itu, OJK juga akan meningkatkan granularitas data investor yang dikelola KSEI. Klasifikasi investor yang selama ini terbatas pada sembilan tipe utama akan diperluas menjadi 27 sub-tipe investor.

"Dengan perincian tersebut, klarifikasi dan kredibilitas data kepemilikan saham akan semakin kuat," ucapnya.

Dalam aspek likuiditas, OJK turut menyampaikan rencana kenaikan minimum free float saham dari 7,5 persen menjadi 15 persen. Kebijakan ini akan diterapkan secara bertahap dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan pasar modal.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut