Ini Penjelasan Polri soal Pengawalan Wiranto saat Penusukan di Pandeglang

Aditya Pratama · Kamis, 10 Oktober 2019 - 17:47 WIB
Ini Penjelasan Polri soal Pengawalan Wiranto saat Penusukan di Pandeglang

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo. (Foto: Antara).

JAKARTA, iNews.id - Polisi membantah disebut kecolongan saat mengawal Menteri Koordinator Bidang Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto hingga terjadi penusukan. Pengawalan yang dilakukan sesuai prosedur.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, pejabat publik tidak bisa dicegah untuk berinteraksi dengan masyarakat ketika kunjungan ke daerah.

"Tidak ada istilah kecolongan," ujar Dedi di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (10/10/2019).

Dia menuturkan, pengawalan yang dilakukan terhadap pejabat publik selama ini bersifat melekat. Pengawalan itu, kata dia tidak bisa melarang masyarakat untuk menyapa pejabat yang hadir.

BACA JUGA:

Wiranto Dirawat di RSPAD, Presiden Jokowi dan Menteri Menjenguk

Wiranto Ditusuk, Polisi Dalami Hubungan Pelaku dengan JAD Cirebon dan Sumatra

"Interaksi pejabat publik dengan masyarakat seperti itu, bersalaman, disapa, itu hal yang biasa. Barikade untuk pengamanan tetap melekat," ucapnya.

Wiranto ditusuk orang tidak dikenal saat kunjungan ke Pandeglang, Banten, Kamis (10/10/2019). Kronologi penusukan terjadi pukul 11.55 WIB di depan Gerbang Lapangan Alun-Alun Menes Desa Purwaraja, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang.

Kunjungan tersebut dalam rangka meresmikan gedung kuliah umum di Universitas Mathla'ul Anwar, Banten.


Editor : Kurnia Illahi