Ini Wasiat Terakhir Mbah Moen kepada Megawati

Abdul Rochim ยท Selasa, 06 Agustus 2019 - 17:56 WIB
Ini Wasiat Terakhir Mbah Moen kepada Megawati

KH Maimoen Zubair (kedua dari kanan) saat berkunjung ke kediaman Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu 27 Juli 2019. (Foto: PDIP)

JAKARTA, iNews.id – Kabar wafatnya KH Maimoen Zubair atau akrab disapa Mbah Moen mengejutkan banyak pihak. Tak terkecuali bagi Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri. Ketua umum PDIP itu pun merasa sangat berduka atas meninggalnya ulama karismatik itu.

“Ketika saya menyampaikan berita duka ke Ibu Megawati Soekarnoputri, beliau (Mega) tampak begitu berduka, tidak mampu manahan kesedihan mendalam, dan langsung mendoakan beliau (Mbah Moen), memohon kepada Allah SWT agar almarhum husnul khatimah,” ujar Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, Selasa (6/8/2019).

Megawati pun menceritakan pertemuan terakhirnya dengan Mbah Moen, yaitu satu hari sebelum sang kiai pergi menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci Makkah, Sabtu 27 Juli lalu. “Dalam pertemuan selama lebih dari dua jam tersebut, Ibu Megawati merasakan bagaimana Mbah Moen tampil dengan penuh kebijaksanaan dan membahas hal-hal fundamental terhadap berbagai persoalan bangsa,” ucap Hasto.

“Mbah Moen menyatakan komitmennya yang begitu kuat terhadap Pancasila. Tanpa Pancasila, tidak ada NKRI,” kata Hasto menirukan penuturan Mbah Moen kepada Megawati.

Saat itu, kata dia, Mega sudah merasakan bahwa pesan-pesan yang disampaikan sangat khusus. Bahkan, Mbah Moen juga menyampaikan wasiat terakhir dengan disaksikan kedua putranya, antara lain Gus Yasin.

Megawati merasakan duka cita mendalam dan sangat kehilangan sosok ulama karismatik yang benar-benar menjadi sumber keteladanan moral bagi bangsa ini. “Memang Mbah Moen dan Ibu Megawati memiliki hubungan sangat dekat, dan secara periodik mengadakan pertemuan penuh kontemplasi untuk kepentingan bangsa dan bernegara,” tuturnya.

Megawati pun memberikan arahan kepada seluruh anggota dan kader PDIP untuk meneladani sosok Mbah Moen. “Pak Ganjar Pranowo secara khusus diberikan instruksi untuk memberikan penghormatan terbaik di kediaman beliau, dan memberikan dukungan sepenuhnya kepada seluruh ahli waris yang tengah berduka,” ucap Hasto.

Editor : Ahmad Islamy Jamil