Istana Minta Buruh Demo dengan Tertib: Mari Kita Jaga Kekondusifan
JAKARTA, iNews.id - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman menegaskan pemerintah menghormati hak elemen buruh untuk menyampaikan aspirasi melalui aksi unjuk rasa, Kamis (24/9/2026). Dia mengimbau agar aksi tersebut berlangsung secara damai dan tertib.
"Pemerintah menghormati hak buruh untuk menyampaikan aspirasi. Menyampaikan pendapat adalah bagian dari kehidupan demokrasi," kata Dudung usai audiensi dengan pimpinan buruh di kantornya.
Dudung memastikan pemerintah selalu membuka ruang dialog bagi para pekerja. Namun, aspirasi diharapkan disampaikan secara tertib, damai, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Dalam kesempatan tersebut, KSP juga menyampaikan apresiasi kepada perwakilan buruh yang telah berkomitmen menjaga aksi agar tetap berlangsung damai dan tertib. Dia mengajak seluruh elemen bangsa bersama-sama merawat ruang demokrasi.
Dudung berharap situasi kondusif terus dijaga agar ruang penyampaian aspirasi tetap tersalurkan dengan baik. Dia juga mendoakan aspirasi yang disampaikan langsung kepada DPR RI dapat ditampung hingga bermuara pada pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) yang berpihak pada kepentingan bersama.
"Mari kita jaga kondusifitas sehingga ruang aspirasi ini tetap akan terjaga dan tersalurkan, dan mudah-mudahan kita doakan semoga anggota dewan yang mendengar secara langsung dan akan menampung dan pada saatnya nanti akan mengetok undang-undang, rencana undang-undang yang akan disahkan," ujarnya.
Sementara itu, polisi menyiapkan rekayasa lalu lintas di sekitar lokasi demo buruh di Jakarta hari ini. Rekayasa lalu lintas dilakukan secara situasional berdasarkan perkembangan kondisi di lapangan.
"Rekayasa lalu lintas diterapkan secara situasional berdasarkan kondisi arus lalu lintas, dengan tujuan untuk memberikan ruang kepada saudara-saudara kita yang akan menyampaikan pendapat di muka umum, begitu juga dengan aktivitas mobilitas masyarakat lainnya yang melaksanakan kegiatan sehari-hari," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto kepada wartawan, Kamis (24/9/2026).
Budi mengatakan sebanyak 26.386 personel gabungan dari Kepolisian, TNI, Pemprov DKI Jakarta, dan unsur terkait disiapkan untuk mengamankan aksi demonstrasi.
Penempatan personel meliputi Monas sebanyak 4.020 personel, Bundaran HI 4.051 personel, DPR/MPR RI 3.663 personel, penyekatan dan FKPMS 8.914 personel, Kamseltibcarlantas 2.055 personel, Gakkum 1.841 personel, serta Siaga Mapolda 600 personel.
Selain itu, sebanyak 412 personel Tim Patroli Wilayah, 296 personel untuk TMII, 197 personel di Kementan dan Danantara, 140 personel di Semanggi, 102 personel di Komnas HAM dan Pengadilan Tinggi, 62 personel patroli pengawalan unjuk rasa, serta 33 personel PJU penanggung jawab.
Dia mengimbau masyarakat yang tidak memiliki kepentingan di sekitar lokasi kegiatan untuk merencanakan perjalanan lebih awal dan mempertimbangkan jalur alternatif. Pengguna jalan juga dapat memantau perkembangan lalu lintas melalui media sosial TMC Polda Metro Jaya serta mengikuti arahan petugas karena pengaturan dapat berubah sesuai kondisi aktual.
"Kami juga memberikan imbauan kepada seluruh masyarakat yang ingin melewati beberapa jalur kegiatan aktivitas, kami menganjurkan dengan pertimbangan beberapa alternatif yang digunakan antara lain dari Jakarta Barat menuju Monas dapat melalui Tomang, Suryopranoto, dan Harmoni," tuturnya.
"Dari Jakarta Selatan menuju Monas dapat melalui Jalan Tendean, HR Rasuna Said, HOS Cokroaminoto sampai dengan Tugu Tani. Dari wilayah Jakarta Timur menuju Monas dapat melalui Jatinegara, Kramat Raya, Tugu Tani. Pengguna jalan di kawasan Semanggi menuju Slipi atau Tomang dapat mempertimbangkan jalur Bendungan Hilir, Pejompongan, Letjen S Parman," imbuhnya.
Editor: Rizky Agustian