Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : PBNU Dukung RI Gabung Dewan Perdamaian Gaza Bentukan Trump: Keputusan Prabowo Tepat
Advertisement . Scroll to see content

Istana Siap Dialog dengan MUI, Bahas Keterlibatan RI di Dewan Perdamaian Gaza

Senin, 02 Februari 2026 - 11:55:00 WIB
Istana Siap Dialog dengan MUI, Bahas Keterlibatan RI di Dewan Perdamaian Gaza
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi. (Foto: Binti Mufarida)
Advertisement . Scroll to see content

BOGOR, iNews.id - Istana melalui Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menanggapi adanya aspirasi dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang meminta Indonesia mengundurkan diri dari keanggotaan Board of Peace atau Dewan Perdamaian Gaza bentukan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Dia menyatakan pemerintah segera membuka dialog dengan MUI untuk memberikan pemahaman mengenai alasan strategis di balik keputusan tersebut.

“Kita nanti akan berdialog dengan MUI dan kami yakin akan memberikan penjelasan kenapa kita memutuskan untuk bergabung di Board of Peace ini. Itu kan bagian dari cara kita membangun dialog,” ujar Prasetyo di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).

Menurutnya, bergabungnya Indonesia di Dewan Perdamaian Gaza merupakan langkah taktis agar suara Indonesia dalam membela Palestina dapat didengar langsung di meja perundingan. Dia menilai, keluar dari forum justru akan membatasi ruang gerak Indonesia dalam memperjuangkan kedaulatan Palestina.

“Kalau kita tidak ikut bergabung, bagaimana kita berdialog untuk memberikan masukan dan memberikan pendapat? Ini adalah cara kita memastikan perjuangan agar bangsa Palestina bisa diakui kemerdekaannya,” tutur dia.

Sebelumnya, MUI menilai keikutsertaan Indonesia dalam forum tersebut berpotensi bertentangan dengan amanat konstitusi serta membuka ruang bagi praktik neokolonialisme gaya baru dalam balutan diplomasi perdamaian. 

Kritik ini menguat seiring komitmen Indonesia sebagai anggota Dewan Perdamaian Gaza, termasuk adanya pembahasan kontribusi dana awal sebesar 1 miliar dolar AS atau sekitar Rp16 triliun yang disebut sebagai bagian dari mekanisme keanggotaan forum tersebut.

Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri Sudarnoto Abdul Hakim menegaskan bergabungnya Indonesia ke Dewan Perdamaian Gaza tidak bisa dibenarkan hanya dengan narasi diplomasi dari dalam. Menurutnya, posisi Indonesia di forum itu justru rawan dimanfaatkan sebagai legitimasi moral bagi Israel.

“Tanpa garis merah yang tegas, keikutsertaan Indonesia hanya akan berfungsi sebagai legitimasi moral. Forum ini menyetarakan Israel dengan negara lain, padahal Israel adalah occupying power yang secara nyata melanggar hukum humaniter internasional,” ujar Sudarnoto dalam keterangannya.

MUI menilai, dengan duduk satu meja bersama Israel dalam format yang setara, Indonesia berisiko melemahkan posisi historisnya sebagai negara yang konsisten menolak penjajahan dan mendukung kemerdekaan Palestina.

Editor: Rizky Agustian

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut