Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : IHSG Babak Belur, Menko Airlangga Minta Investor Tak Terjebak Sentimen Pasar
Advertisement . Scroll to see content

Isu MSCI Guncang Pasar Saham RI, Ini Kata Bakom

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:17:00 WIB
Isu MSCI Guncang Pasar Saham RI, Ini Kata Bakom
IHSG anjlok 8,01% hingga memicu trading halt di tengah isu MSCI. (Foto: iNews.id)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Syahganda Nainggolan buka suara terkait langkah Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang mempertimbangkan penurunan status pasar saham Indonesia dari emerging market menjadi standalone market. Masyarakat diminta menunggu pernyataan resmi dari pemerintah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait persoalan tersebut.

“Mungkin nanti ini ada tanggapan dari pemerintah, OJK, Bursa dan yang terkait,” ujar Syahganda kepada awak media, Jumat (16/10/2026).

Dia mengatakan pemerintah tengah mengamati gejolak pasar saham yang kembali terjadi menyusul isu MSCI. Menurutnya, isu tersebut telah memberikan dampak terhadap pasar sejak April lalu.

“Kita tunggu ya. Karena isu MSCI ini kan sudah sejak April lalu efeknya ke pasar. Jadi gejolak pasar kita sedang amati lagi,” pungkasnya.

Diketahui, sentimen terkait MSCI muncul bersamaan dengan pelemahan tajam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Pada pembukaan perdagangan Jumat (16/10/2026), IHSG anjlok 8,01 persen atau 469,86 poin ke level 5.393,92.

Penurunan tajam tersebut langsung memicu trading halt, yakni penghentian sementara seluruh perdagangan di Bursa Efek Indonesia selama 30 menit.

Hingga kini, pemerintah bersama otoritas terkait masih menjadi pihak yang dinantikan pernyataan resminya mengenai perkembangan isu MSCI dan dampaknya terhadap pasar modal Indonesia.

Editor: Rizky Agustian

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut