Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : DKI Jakarta Diserang Suhu Panas dan Kualitas Udara Buruk Hari Ini!
Advertisement . Scroll to see content

Jakarta Jadi Kota dengan Kualitas Udara Terburuk di Dunia Hari Ini

Rabu, 29 April 2026 - 10:48:00 WIB
Jakarta Jadi Kota dengan Kualitas Udara Terburuk di Dunia Hari Ini
DKI Jakarta menduduki peringkat pertama kota dengan kualitas udara terburuk di dunia. (Foto: Aldhi Chandra)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Kualitas udara di DKI Jakarta kembali memburuk dan bahkan tercatat sebagai yang terburuk di dunia hari ini, Rabu (29/4/2026). Kondisi ini terjadi di tengah cuaca panas yang juga tengah menyelimuti ibu kota sejak pagi hari.

Berdasarkan laporan IQAir, Jakarta mencatatkan indeks kualitas udara (AQI) di angka 132. Angka tersebut masuk dalam kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif, seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta individu dengan penyakit pernapasan.

Dalam daftar kota dengan kualitas udara terburuk dunia hari ini, Jakarta berada di posisi teratas, mengungguli sejumlah kota besar lain seperti Riyadh (Arab Saudi) dengan skor 124, Karachi (Pakistan) 124, Tashkent (Uzbekistan) 112, dan Manila (Filipina) 110.

Kualitas udara Jakarta buruk hari ini, Rabu (29/4/2026). (Foto: IQAir)
Kualitas udara Jakarta buruk hari ini, Rabu (29/4/2026). (Foto: IQAir)

Tak hanya polusi udara, suhu panas juga turut memperparah kondisi lingkungan di Jakarta. Mengacu pada data Zoom Earth, suhu udara di wilayah DKI Jakarta pada pukul 10.30 WIB mencapai 31 derajat Celcius, menjadikannya salah satu wilayah terpanas di kawasan Jabodetabek.

Suhu serupa juga terjadi di Tangerang, Tangerang Selatan, dan Bekasi, sementara Depok berada di angka 30 derajat Celcius dan Bogor 28 derajat Celcius. Suhu diperkirakan terus meningkat dan mencapai puncaknya pada siang hari, mulai pukul 12.00 WIB.

Kombinasi antara kualitas udara yang buruk dan suhu panas berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama pada sistem pernapasan. Paparan polusi dalam kondisi panas ekstrem dapat memperburuk gejala pada kelompok rentan.

Masyarakat diimbau untuk membatasi aktivitas di luar ruangan jika tidak mendesak. Jika harus beraktivitas di luar, disarankan untuk menggunakan masker, menjaga hidrasi dengan minum air putih yang cukup, serta mengenakan pelindung seperti topi atau payung guna menghindari paparan panas langsung.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut