Jasa Marga Targetkan 700 Gerbang Tol Bisa Transaksi Tanpa Sentuh Tahun Ini
JAKARTA, iNews.id - PT Jasa Marga (Persero) Tbk menargetkan sebanyak 700 gerbang tol dapat melayani transaksi tanpa sentuh kartu pembayaran di tahun 2026. Layanan ini akan dihadirkan melalui aplikasi Travoy dengan fitur Travoy Go yang memungkinkan kendaraan melintas tanpa berhenti.
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan Achmad Purwantoro menuturkan, melalui fitur ini pengguna cukup melaju dengan kecepatan sekitar 20 kilometer per jam (km/h). Nantinya, sistem akan membuka gerbang tol secara otomatis tanpa perlu melakukan tap kartu.
"Saat ini di Jakarta ada 97 gate nirhenti, di tahun ini akan kita tambahkan 700 gate nirhenti. Jadi nanti ada kombinasi yang sebagian besar adalah tanpa harus tap, cukup lewat dengan kecepatan 20 kilometer per jam sudah bisa melakukan pembukaan secara otomatis dengan menggunakan Travoy Go di dalam aplikasi Travoy ini," ucap Rivan, Senin (9/2/2026).
Rivan menambahkan, pengembangan Travoy akan terus dilakukan dengan mempertimbangkan pengalaman pengguna serta berbagai masukan dari masyarakat. Salah satu fitur penting yang juga dihadirkan adalah panic button untuk kondisi darurat di jalan tol.
Jasa Marga Prediksi Puncak Arus Mudik Nataru pada 22 dan 24 Desember
"Ini adalah untuk memastikan bahwa ketika masyarakat pada saat terjadi satu kejadian khusus, jadi tidak usah panik. Tinggal melakukan panic button otomatis kemudian kami merespon dan kemudian kami akan menggunakan patroli untuk membantu baik-baik sekalian," tuturnya.
Dia menuturkan, Travoy dirancang sebagai asisten pribadi bagi pengguna jalan tol Jasa Marga Group. Aplikasi ini juga menyajikan informasi kepadatan lalu lintas dengan tingkat akurasi tinggi.
Jasa Marga Kebut Perbaikan Jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi Terdampak Banjir dan Longsor
"Kepadatan jalan ini bukan dilihat dari berapa yang lewat dengan menggunakan ponsel, tapi betul-betul pure dilihat dengan menggunakan radar maupun 3.500 kamera. Jadi validasinya adalah persis saat dilihat secara live," ucapnya.
Rivan menyebut, melalui aplikasi Travoy, pengguna dapat memantau kondisi lalu lintas di seluruh ruas jalan tol Jasa Marga Group, termasuk mengetahui apakah suatu ruas sedang mengalami kepadatan atau tidak.
Selain itu, Travoy juga menyediakan informasi pendukung perjalanan seperti lokasi rest area, keberadaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik (SPKL), hingga titik rawan kecelakaan atau black spot yang rencananya diluncurkan menjelang periode Lebaran.
"Nah ini penting bagi para masyarakat agar pada saat melakukan perjalanan untuk memastikan bahwa ketika melewati daerah yang rawan lebih berhati-hati," imbuhnya.
Travoy juga dilengkapi fitur layanan transaksi tol. Dengan melakukan registrasi kartu pembayaran di aplikasi, pengguna dapat memperoleh informasi riwayat transaksi di seluruh gerbang tol Jasa Marga Group tanpa harus menyimpan bukti fisik.
Aplikasi ini turut menyediakan layanan bantuan darurat. Pengguna dapat dengan cepat mengajukan permintaan derek atau towing langsung melalui aplikasi saat menghadapi kendala di jalan tol.
"Ini adalah upaya kami memastikan bahwa seluruh pengguna jalan tol Jasa Marga bisa berkomunikasi, bisa berinteraksi, bisa menggunakan seluruh transaksi dan bisa merasakan bahwa ketika memasuki jalan tol ruas seluruh jasa marga grup ada aplikasi jasa marga yang mendampingi sebagai asisten pribadi," tuturnya.
Editor: Aditya Pratama