Jelang Nataru, 3.400 Pelaku Perjalanan Internasional Tiba di Bandara Soetta Hari Ini
JAKARTA, iNews.id - Satgas Penanganan Covid-19 menyebut terjadi lonjakan frekuensi penerbangan dan jumlah penumpang di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Banten menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Bahkan ribuan pelaku perjalanan luar negeri tiba hari ini, Kamis (23/12/2021).
Hal itu disampaikan Ketua Bidang Komunikasi Publik Satgas Penanganan Covid-19 Hery Trianto dalam diskusi virtual, Kamis (23/12/2021).
"Karena memang kalau melihat frekuensi kedatangan memang terjadi kenaikan rata rata perhari di Bandara Soetta itu ada 22-28 penerbangan internasional yang datang dari berbagai penjuru dunia. Seperti hari ini ada 28 penerbangan dengan 3.400 penumpang," kata Hery.
Hery mengklaim proses skrining yang dilakukan satgas terbukti efektif. Sebab, belasan pelaku perjalanan dengan maskapai Turkies Airlaines terkonfirmasi positif Covid-19.
Layanan Premium KA Bandara Soetta Diluncurkan Awal 2022, Tarif Termurah Rp5.000
"Tes ini sejauh ini terbukti efektif sebagai skrining seperti dua hari lalu kita kedapatan 17 pelaku perjalanan menggunakan salah satu maskapai penerbangan dari Turkies Airlaines yang kemudian positif Covid-19. Sehingga mereka bisa segera isolasi di Wisma Atlet," ucapnya.
"Jadi ini memang yang terus dilakukan karena peningkatan yang signifikan jumlah penumpang dimana ada beberapa momen dimana penerbangan datang secara bersamaan itu terjadi penumpukan seperti di hari Sabtu pekan lalu terjadi penumpukan tetapi hari hari terakhir ini bisa diatur sedemikian rupa sehingga alurnya dapat lancar. Dua hari lalu saya datang ke gate kedatangan internasional dan memang tidak terjadi penumpukan yang berarti karena memang jumlah perbaikan dilakukan," imbuhnya.
Lebih lanjut, Hery membeberkan Satgas Penanganan Covid-19 terus melakukan rapat koordinasi guna memastikan proses skrining di bandara berjalan lancar.
"Satgas Penanganan Covid-19 beberapa kali melakukan rapat koordinasi untuk memastikan proses skrining di bandara lancar pengangkutan juga lancar dengan menambah armada dan akhirnya proses karantina di sejumlah titik baik terpusat dan dibiayai oleh pemerintah maupun terpusat bekerjasama dengan PHRI," tuturnya.
Editor: Rizal Bomantama