Jenderal TNI Andika Perkasa Diharapkan Bangun Fisik dan Psikis TNI AD
JAKARTA, iNews.id - Jenderal TNI Andika Perkasa resmi menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) usai dilantik Presiden Joko Widodo hari ini di Istana Negara, Jakarta. Serangkaian tugas berat menanti Andika, dari menjaga netralitas di tahun politik hingga kompetensi dan kesejahteraan prajurit.
Demikian disampaikan pengamat intelijen Nuning Kertopati Susaningtyas dalam keterangannya yang diterima iNews.id, Kamis (22/11/2018).
"Siapa pun yang jadi KSAD harus membangun fisik dan psikis TNI AD dengan baik. Memperhatikan kesejahteraan, pendidikan akademik dan moral sebagai hal penting," katanya.
KSAD yang baru pada tahun politik ini, menurut Nuning, harus menjaga soliditas TNI-Polri. Mengingat hal tersebut merupakan sebuah keniscayaan.
"Netralitas adalah hal yang harus dilaksanakan secara konsisten dengan berbagai konsekuensinya," ujar Ketua DPP Perindo Bidang Hankam ini.
Perebutan kekuasaan, Nuning menambahkan, hanya akan memunculkan ruang perdebatan yang menjurus pada perang urat syaraf. Bagi dia, sedikit kepleset saja bisa jadi tragedi permusuhan.
"Hal ini harus diantisiapasi jauh hari," ucapnya.

Nuning mengatakan, hanya TNI dan Polri yang bisa mencegah dan menanggulangi hal tersebut. Secara kekinian, dia menambahkan, TNI harus menjaga tertatanya dengan baik mulai dari integrasi sistem informasi, interoperability sistem informasi hingga composability sistem informasi.
"Semua itu agar informasi perkembangan keadaan yang ada dapat terintegrasi dan diterima dengan tepat, cepat oleh prajurit, utamanya yang berada di lapangan sehingga tak ada kesalahpahaman," katanya menjelaskan.
Pembenahan TNI AD, Nuning mengungkapkan, harus diutamakan untuk peningkatan kompetensi dan kapasitas prajurit TNI AD. Tujuannya, agar memiliki kompetensi yang tingkatannya setara dengan kompetensi prajurit negara maju.
"Kapasitas prajurit TNI AD harus mencapai tingkatan intelektual akademik dan melakukan analisis berbagai operasi militer secara ilmiah," ujarnya.
Selain itu, Nuning menambahkan, pembenahan TNI AD juga diarahkan untuk mencapai efisiensi organisasi agar lebih responsif menghadapi berbagai jenis ancaman. Baik dari ancaman militer, ancaman non-militer dan ancaman nirmiliter.
"Organisasi TNI AD harus dibenahi agar struktur dan posturnya lebih tanggap mengantisipasi perkembangan lingkungan strategis global, regional dan nasional," katanya menegaskan.
Editor: Djibril Muhammad