Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Demokrat Tuntut Budhius Piliang Minta Maaf soal Tudingan SBY Terlibat Isu Ijazah Jokowi
Advertisement . Scroll to see content

Jokowi Kembali Minta Ribuan Pendukungnya Perangi Hoaks di Pilpres 2019

Minggu, 24 Maret 2019 - 19:11:00 WIB
Jokowi Kembali Minta Ribuan Pendukungnya Perangi Hoaks di Pilpres 2019
Calon presiden (capres) nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) saat memberikan orasi politik di acara kampanye akbar yang digelar di Stadion Maulana Yusuf Ciceri, Kota Serang, Banten, Minggu (24/3/2019). (Foto: iNews.id/Felldy Utama)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Calon presiden (capres) nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) kembali menyinggung soal kabar bohong atau hoaks yang masif beredar dalam kontestasi pemilihan presiden (Pilpres) 2019. Dia pun meminta kepada ribuan pendukungnya untuk berani melawan kabar bohong tersebut.

"Jangan dibiarkan, ini harus direspon, ini harus dilawan. Saudara-saudara berani melawan hoaks? Saudara-saudara sekalian berani melawan kabar hitam? Kita semuanya harus berani," kata Jokowi saat orasi politik di acara kampanye akbar yang digelar di Stadion Maulana Yusuf Ciceri, Kota Serang, Banten, Minggu (24/3/2019).

Mantan wali kota Solo ini juga mengaku bingung kabar bohong yang ramai dibicarakan di media sosial bahkan dari rumah ke rumah. Jokowi menyebutkan, kabar bohong itu mulai dari pendidikan agama akan dihapus hingga azan akan dilarang.

"Saudara-saudara percaya? Ingat pendamping saya ini adalah ketua MUI (nonaktif), tidak mungkin kan. Ini adalah fitnah yang ingin menjatuhkan, cara-cara politik yang tidak bertata krama, betul?," tuturnya.

Tak hanya itu saja, Jokowi menambahkan, ada juga fitnah yang menyebut dirinya akan melegalkan pernikahan sesama jenis dan zina. Terkait hal itu, dia kembali menegaskan dan meminta para pendukungnya untuk berani melawan kabar tersebut.

"Itu harus dilawan, jangan diam. Nanti kalau kita diam kabar-kabar seperti itu akan dianggap benar, dianggap betul sehingga harus direspons, harus dilawan, harus dilumpuhkan," kata mantan gubernur DKI Jakarta ini.

Editor: Djibril Muhammad

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut