Jokowi Minta Penegak Hukum Gigit Oknum yang Korupsi Dana Penanganan Covid-19

Irfan Ma'ruf ยท Rabu, 01 Juli 2020 - 10:36 WIB
Jokowi Minta Penegak Hukum Gigit Oknum yang Korupsi Dana Penanganan Covid-19

Tangkapan layar Presiden Joko Widodo saat pengarahan penanganan Covid-19 di Semarang, Selasa (30/6/2020).

JAKARTA, iNews.id - Presiden Joko Widodo meminta aparat penegak hukum di Indonesia seperti Polri, Kejaksaan Agung, KPK, dan lembaga pengawas internal pemerintah untuk mengawasi penggunaan dana penanganan wabah covid-19. Hal itu disampaikan Jokowi saat memimpin upacara Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-74 di Istana Negara, Jakarta, Rabu (1/7/2020).

Jokowi meminta aspek pencegahan dikedepankan dalam mengawasi anggaran penanganan covid-19 yang mencapai Rp695,2 triliun. Namun jika ditemukan aspek kesengajaan untuk mencoba korupsi, Jokowi meminta aparat penegak hukum "menggigit" oknum tersebut.

"Kalau ada niat buruk korupsi, ada mens reanya ya harus ditindak, silakan digigit saja," kata Jokowi saat memberi amanat.

Menurut dia, dalam situsi krisis pandemi covid-19 ini tidak boleh ada pihak yang bermain-main dalam penanganannya. Jokowi mengingatkan agar mengedepankan aspek pencegahan, sehingga dalam perjalannya pihak penegakan hukum tidak menunggu masalah terjadi.

"Kalau ada potensi masalah, segera diingatkan," kata Jokowi.

Jokowi juga mengingatkan kepada jajaran pemerintahannya untuk lebih serius dalam menangani penyebaran Covid-19 di Indonesia. Jokowi menyebut bakal mengambil langkah yang luar biasa keras untuk menghadapi covid-19.

Sebelumnya, Mantan wali kota Solo menilai sejauh ini tak ada perkembangan signifikan dari kerja anak buahnya dalam menghadapi pandemi tersebut. Dia juga tak akan segan jika harus mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) maupun Peraturan Presiden (Perpres) agar penanganan covid-19 lebih maksimal.

"Saya harus ngomong apa adanya. Tidakk ada progres yang signifikan, tidak ada. Kalau minta perppu, saya buatin lagi perppu, asalkan untuk rakyat, untuk negara saya pertaruhkan reputasi politik saya," kata Jokowi dalam sidang paripurna kabinet tanggal 18 Juni 2020.

Editor : Rizal Bomantama