JAKARTA, iNews.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta proses pengadaaan vaksin covid-19 dan pelaksanaan vaksinasi tidak tergesa-gesa serta mengikuti proses-proses ilmiah yang telah ditentukan. Hal itu menurutnya harus dilakukan untuk memastikan keamanan dan keefektifan bagi masyarakat.
Jokowi menyampaikan hal tersebut saat membuka rapat terbatas di Istana Negara, Jakarta, Senin (26/10/2020). Mantan wali kota Solo meminta semua tahapan uji klinis covid-19 dipatuhi untuk menjaga kepercayaan masyarakat.
Mengapa Iran Sangat Sulit untuk Ditaklukkan Meski Dikeroyok AS dan Israel? Ini Analisisnya
“Keamanan itu artinya kalau disuntik itu betul-betul memang sudah melalui tahapan-tahapan uji klinis yang benar. Karena kalau tidak, ada satu saja yang bermasalah nanti bisa menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat terhadap upaya vaksinasi ini,” katanya.
Vaksin Covid-19 Menjadi Perhatian Utama
Soal Vaksin Covid-19 di Jogja, Sri Sultan: Mungkin Tahap Pertama untuk Umur 18-59
Dia melihat keamanan dan keefektifan vaksin covid-19 menjadi perhatian utama masyarakat, pakar, dan para peneliti di bidang kesehatan. Oleh sebab itu dia ingin vaksin covid-19 melalui tahapan yang sesuai dengan kaidah ilmu pengetahuan.
“Semua tahapan sekali lagi harus melalui kaidah-kaidah scientific, kaidah-kaidah ilmu pengetahuan berdasarkan data science, dan juga standar-standar kesehatan. Hati-hati jangan sampai kita tergesa-gesa, jangan sampai karena ingin vaksinasi sehingga kaidah-kaidah scientific data-data science standar kesehatan ini dinomorduakan. Tidak bisa,” tuturnya.
Jokowi memperingatkan kepada jajarannya jangan sampai timbul di masyarakat kesan pemerintah buru-buru sampai mengabaikan koridor ilmiah. Meskipun diakuinya keinginan vaksinasi dipercepat tetap ada.
“Jangan timbul persepsi pemerintah ini tergesa-gesa, terburu-buru, tanpa mengikuti koridor-koridor ilmiah yang ada. Tolong ini betul-betul kita lalui semuanya. Meskipun kita ingin dipercepat, tapi sekali lagi hal-hal tadi jangan sampai dilupakan,” ujarnya.
Editor: Rizal Bomantama