Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Beredar Surat Polres Tanjung Priok Minta THR, Polisi Pastikan Hoaks!
Advertisement . Scroll to see content

Jokowi Pantau Tindakan Tegas Polisi terhadap Aksi Premanisme di Tanjung Priok

Jumat, 11 Juni 2021 - 13:47:00 WIB
Jokowi Pantau Tindakan Tegas Polisi terhadap Aksi Premanisme di Tanjung Priok
Presiden Joko Widodo. (Foto: Ist)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku akan terus memantau atau mengikuti proses penanganan pungutan liar (pungli) dan premanisme di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Dia sudah memerintahkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melalui telepon untuk menuntaskan perkara ini.

Hal itu dikatakan Jokowi saat mendengar keluhan sejumlah sopir kontainer di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Kamis 10 Juni 2021.

"Prosesnya akan saya ikuti, akan saya cek apakah sudah terjadi perbaikan apa belum, kalau udah nanti saya undang lagi (sopir kontainer) di lain waktu," kata Jokowi sebagaimana dilihat dalam kanal YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (11/6/2021).

Usai diperintahkan Jokowi, aparat kepolisian pun bergerak cepat meringkus sejumlah terduga pelaku pungli dan premanisme di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok.

Berdasarkan data terkini, sudah ada puluhan terduga pelaku pungli dan premanisme di kawasan pelabuhan yang dicokok polisi. Mereka diamankan dari sejumlah tepat seperti di depo PT Greating Fortune Container dan lokasi kedua di depo PT Dwipa Kharisma Mitra Jakarta.

Jumlah pelaku yang ditangkap diperkirakan akan terus bertambah seiring dengan penyelidikan yang dilakukan aparat.

Sebagai informasi, salah satu sopir kontainer, Agung Kurniawan (38) menyampaikan bahwa mereka kerap menjadi sasaran tindak premanisme. Hal itu ia sampaikan saat pertemuan dengan Presiden Jokowi.

"Begitu keadaan macet, itu di depannya ada yang dinaiki mobilnya, naik ke atas mobil bawa celurit atau nodong begitu, itu enggak ada yang berani menolong, Pak. Padahal itu depan, belakang, samping, kanan itu kan kendaraan semua, dan itu orang semua, dan itu sangat memprihatinkan," ujar Agung.

"Karena dia takut, kalau posisinya nanti dia membantu, preman-preman itu akan menyerang balik ke dirinya. Maka dia lebih memilih tutup kaca. Dan itu memprihatinkan sekali begitu, Pak," katanya lagi.

Hal ini diamini oleh rekannya sesama sopir kontainer, Abdul Hakim, yang menyebut bahwa kemacetan merupakan penyebab para preman bisa leluasa menjalankan aksinya.

"Kalau mungkin lancar, ini mungkin tidak ada, Pak. Jadi ini kendala kita ini kemacetan aslinya, Pak. Jadi kami mohon kepada Bapak Presiden, bagaimana solusi ini ke depannya, kami. Karena kami, Pak sakit hati sebenarnya, Pak kalau dibilang sakit hati. Saya kira begitu. Tidak ada kenyamanan untuk sopir kami, sopir-sopir yang mengemudi di Tanjung Priok," tuturnya.

Editor: Muhammad Fida Ul Haq

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut