Jokowi Sebut Perbedaan Politik Hal Wajar, Partai Perindo: Tekankan Pentingnya Demokrasi
JAKARTA, iNews.id - Ketua DPP Partai Perindo Bidang Politik, Yusuf Lakaseng, menyebut pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait perbedaan pilihan politik wajar merupakan ajakan kepada masyarakat untuk berdemokrasi. Dia menilai Jokowi ingin masyarakat tetap menerima konsekuensi bila pilihan politiknya kalah.
"Saya kira Pak Jokowi mengajak para elite dan rakyat untuk matang berdemokrasi, harus siap menerima konsekuensi hukum besi dari kontestasi politik yaitu menang atau kalah," kata Yusuf kepada wartawan, Rabu (27/9/2023).
Yusuf -yang juga merupakan Bacaleg DPR Dapil Sulawesi Tengah itu- memandang pernyataan Presiden Jokowi tersebut juga menandakan dirinya sebagai fasilitator. "Kelihatannya Pak Jokowi akan benar-benar menempatkan dirinya sebagai fasilitator proses demokrasi yang berlangsung fair dan adil, negara akan melayani semua kontestan politik," katanya.
Sebelumnya, Jokowi menegaskan kepada masyarakat perbedaan pilihan politik merupakan hal yang wajar. Dia mempersilakan masyarakat memilih ketiga bakal calon presiden yang ada sekarang yakni Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto, dan Anies Baswedan.
"Mohon diberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa perbedaan pilihan itu wajar. Mau milih Pak Prabowo silakan, mau milih Pak Anies silakan, mau milih Pak Ganjar silakan," kata Jokowi dalam sambutannya pada pembukaan kegiatan Jambore Nasional Dai Desa Madani Parmusi 2023 Cianjur, Jawa Barat, Selasa (26/9/2023).
Dia menekankan menang dan kalah dalam Pilpres maupun Pemilu hal yang wajar. Menurutnya, tidak mungkin ketiga bacapres semuanya menang.
"Yang paling penting dan paling utama itu menjaga persatuan dan kesatuan kita. Dan itu dimulai dari unit yang terkecil yaitu desa," ujarnya.
Oleh karena itu, Jokowi meminta Dai Desa Madani untuk ikut serta menjaga kehangatan tahun politik dan dapat mengantisipasi adanya konflik sedini mungkin.
"Kemudian ini sudah masuk dan menjelang tahun politik saya titip karena suasana sudah mulai hangat, meskipun itu biasanya dalam pesta demokrasi entah itu Pilpres. Entah itu Pemilu hangat itu biasa tapi yang harus diantisipasi sedini mungkin. Agar tidak terjadi pembelahan dan perpecahan agar terus terjaga suasana yang damai. Agar juga pembangunan di desa juga terus berjalan tidak terganggu karena urusan politik," tuturnya.
Editor: Rizky Agustian