Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Indonesia Resmi Jabat Presiden Dewan HAM PBB
Advertisement . Scroll to see content

Jokowi Ungkap Alasan Harus Tepat Pilih Pemimpin: 13 Tahun ke Depan Indonesia Berkembang atau Maju

Minggu, 20 Agustus 2023 - 04:04:00 WIB
Jokowi Ungkap Alasan Harus Tepat Pilih Pemimpin: 13 Tahun ke Depan Indonesia Berkembang atau Maju
Presiden Joko Widodo (Jokowi) kerap mengingatkan masyarakat untuk memilih pemimpin yang benar dan tepat. Ternyata ini alasannya.(Dok MPI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA , iNews.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) kerap mengingatkan masyarakat untuk memilih pemimpin yang benar dan tepat. Ternyata alasannya adalah pemimpin ke depan mempunyai peran penting apakah Indonesia tetap menjadi negara berkembang atau melompat menjadi negara maju.

Kepemimpinan yang dimaksud utamanya ialah pada tahun 2024, 2029 dan tahun 2034. Di tahun tersebut Indonesia bisa menggunakan potensinya untuk masuk dalam lima besar ekonomi terkuat.

“Kepemimpinan nasional di tahun 2024,2029,2034 itu sangat menentukan sekali negara ini terjebak dalam negara berpendapatan menegah atau middle income trap atau bisa keluar menjadi negara maju,” ungkap Jokowi dalam sambutannya di Acara Peresmian Pembukaan Rakernas Gamki Kota Medan yang ditayangkan pada kanal YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (19/8). 

Menurut Jokowi, peluang untuk melompat menjadi negara maju akan berada pada 13 tahun mendatang. Sehingga menurutnya Indonesia harus menggunakan potensinya untuk menjadi negara dengan ekonomi yang kuat.

“Bisa masuk (lima negara ekonomi terkuat), tetapi memang tantangannya juga tidak mudah. Ini juga berkali-kali saya sampaikan, itu peluangnya, oppurtunitynya hanya berada pada kurun 13 tahun ke depan ini,” ujarnya.

Jokowi pun mengingatkan soal negara di Amerika Latin yang pernah berada di posisi Indonesia saat ini. Lantaran tidak menggunakan kesempatannya, negara itu pun belum melompat menjadi negara maju hingga sekarang.

“Di negara Amerika Latin tahun 60 tahun 70 sudah masuk menjadi negara berkembang seperti sekarang yang kita miliki, jadi sampai sekarang mereka tetap menjadi negara berkembang. Karena saat diberi kesempatan, diberi peluang untuk maju, dia tidak gunakan,” tegasnya.

“Oleh sebabnya kita harus sangat berhati-hati dalam memilih pemimpin kita agar bisa melompatkan kita menjadi negara maju,” pungkasnya.

Editor: Ahmad Antoni

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut