Jokowi: Yang Merasa Paling Agamais dan Pancasilais Biasanya Tidak Benar
JAKARTA, iNews.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) tak henti-hentinya mengajak semua pihak untuk saling menghargai antarsesama. Ajakan itu untuk menghilangkan sifat merasa paling benar di antara lainnya.
Mantan gubernur DKI Jakarta ini berharap jangan sampai ada yang merasa paling agamais dan Pancasilais sendiri. Menurut Jokowi, orang tersebut biasanya tidak benar.
"Jangan ada yang merasa paling benar sendiri dan yang lain dipersalahkan. Jangan ada yang merasa paling agamis sendiri. Jangan ada yang merasa paling Pancasilais sendiri. Semua yang merasa paling benar dan memaksakan kehendak, itu hal yang biasanya tidak benar," ujarnya.
Hal itu disampaikan Jokowi saat menyampaikan pidato pada Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD Tahun 2020 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2020).
Singgung Kemandirian Energi, Jokowi: Kita Mampu Menekan Impor Minyak di 2019
Mantan wali kota Solo ini mengingatkan, sebagai negara yang menganut sistem demokrasi, kebebasan memang dijamin. Namun, kebebasan tersebut tetap harus dilandasi dengan sikap menghargai hak orang lain.
"Demokrasi memang menjamin kebebasan, namun kebebasan yang menghargai hak orang lain," katanya.
Jokowi: Semestinya Perilaku Media Tidak Dikendalikan untuk Mendulang Click
Meski begitu Jokowi merasa beruntung masyarakat Indonesia selalu menjunjung rasa kebersamaan dan persatuan.
"Kita beruntung bahwa mayoritas rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote, menjunjung tinggi kebersamaan dan persatuan, penuh toleransi dan saling peduli sehingga masa-masa sulit sekarang ini bisa kita tangani secara baik," tuturnya.
Perppu Corona Jadi UU, Jokowi Apresiasi DPR
Editor: Djibril Muhammad