Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Menkes Pastikan Super Flu Tak Mematikan seperti Covid-19: Gak Usah Khawatir
Advertisement . Scroll to see content

Jubir Covid-19: New Normal Bukan Euforia Pembebasan

Minggu, 31 Mei 2020 - 18:54:00 WIB
Jubir Covid-19: New Normal Bukan Euforia Pembebasan
Tangkapan layar Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto.
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Wacana new normal atau kehidupan normal yang baru di tengah pandemi virus corona (Covid-19) terus mengemuka. Sebelum tatanan baru itu benar-benar diterapkan pemerintah, masyarakat diminta tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto menyebutkan, new normal bukanlah upaya bebas dari segala peraturan atau anjuran yang telah dibuat sebelumnya. Masyarakat diharapkan tetap mengikuti aturan dan mengambil peran dengan selalu menerapkan protokol kesehatan.

"Mari kita ambil peran serta dalam pelaksanaannya. Tidak jadi euforia baru, seakan-akan membebaskan kita seperti sebelum kejadian pandemi," katanya dalam konferensi pers di Kantor BNPB, Jakarta Timur, Minggu (31/5/2020).

Pria yang akrab disapa Yuri ini mengingatkan, ada banyak aspek yang harus dipenuhi sebelum sebuah daerah diizinkan menerapkan kenormalan baru. Menurutnya, penerapan kenormapan baru haruslah dibarengi dengan adanya kajian dari epidemiolog bersama para kepala daerah.

"Mengenai kenormalan yang baru tidak tiba-tiba ke semua aspek dan semua bidang, tanpa didahului simulasi dan edukasi bagi pihak yang terlibat, atau tanpa adanya sosialisasi," ujarnya.

New Normal, menurut Yuri, yaitu suatu bentuk kehati-hatian dari seluruh elemen. Dia meyakini, kenormalan baru dapat terealiasi jika semua elemen tersebut ikut berperan aktif.

"Kita harus hati-hati dan bergerak, harus produktif. Tetapi, tetap aman dari Covid-19. Ini harus kita cermati dan tindak lanjuti. Dengan begitu, kita bisa produktif tetapi juga aman. Inilah cara hidup yang baru. Harus juga dengan paradigma baru dan ini pegangan kita," tuturnya.

Untuk diketahui, kasus pasien positif terinfeksi virus corona (Covid-19) di Indonesia pada hari ini bertambah 700 sehingga menjadi 26.473 orang. Melihat data sebelumnya, pasien terkonfirmasi positif mencapai 25.773 orang.

Pasien sembuh bertambah 293 orang menjadi 7.308. Jumlah pasien yang meninggal bertambah 40 menjadi 1.613 orang.

Editor: Djibril Muhammad

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut