Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Erupsi Gunung Anak Krakatau Berakhir, Status Masih Siaga
Advertisement . Scroll to see content

Jumbo! Kerugian Maskapai akibat Erupsi Anak Krakatau Ditaksir Tembus Rp130 Miliar

Senin, 07 September 2026 - 10:48:00 WIB
Jumbo! Kerugian Maskapai akibat Erupsi Anak Krakatau Ditaksir Tembus Rp130 Miliar
Ilustrasi pesawat (dok. istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau yang melanda ruang udara memicu ancaman kerugian finansial yang signifikan bagi industri penerbangan nasional. Asosiasi maskapai memperkirakan potensi kerugian ekonomi dapat mencapai Rp10-19 miliar per hari atau Rp130 miliar lebih dalam sepekan.

Kerugian diakibatkan pembatalan tiket, lonjakan konsumsi bahan bakar untuk rute memutar, hingga pembengkakan biaya kompensasi penumpang.

Indonesia National Air Carrier Association (INACA) mencatat, gangguan sebaran abu vulkanik ke arah timur laut berimbas langsung pada kepadatan koridor Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) dan Bandara Radin Inten II Lampung (TKG).

Situasi ini memberikan pukulan ganda bagi neraca keuangan maskapai karena hilangnya potensi pendapatan penjualan kursi di saat biaya operasional darurat justru melesat tajam.

"Simulasi harian gangguan di CGK dan TKG menunjukkan potensi kerugian Rp10 miliar hingga Rp19 miliar per hari dari 30-50 penerbangan yang batal, ekstra avtur, parkir pesawat, serta kompensasi penumpang, yang jika berlanjut sepekan bisa menembus Rp70 miliar sampai Rp130 miliar," ujar Sekretaris Jenderal INACA Bayu Sutanto kepada iNews.id, Senin (7/9/2026).

Kondisi saat ini membuat rute menuju Lampung paling rawan karena posisinya berjarak kurang dari 150 kilometer dari kawah aktif Anak Krakatau, disusul rute padat menuju Batam, Pontianak, serta keberangkatan ke arah selatan dan barat Jakarta.

"Penundaan dan holding selama 60 hingga 120 menit menjadi dampak paling dominan di CGK, sementara rute domestik ke Sumatera bagian selatan serta rute internasional ke Australia terpaksa dialihkan memutar lewat utara Jawa dengan tambahan waktu terbang 20-40 menit. Jika status Siaga dan kode Oranye bertahan, sebanyak 15-25 persen penerbangan dari CGK dan 40-60 persen dari TKG berpotensi terganggu," katanya.

Kerugian terbesar maskapai bersumber dari hangusnya 50-60 persen potensi pendapatan akibat pengembalian dana (refund) tiket, sementara biaya sewa (leasing) armada dan beban gaji awak pesawat tetap berjalan.

Selain menanggung fasilitas makan dan hotel untuk keterlambatan di atas empat jam, maskapai dibebani biaya perawatan mesin yang sangat mahal apabila pesawat sempat terpapar partikel debu vulkanik.

Editor: Reza Fajri

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut