Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : 7 Perjalanan KRL Lintas Bogor Dibatalkan Pagi Ini, KAI Commuter Ungkap Penyebabnya
Advertisement . Scroll to see content

KAI Buka Suara soal KRL INKA Masih Bermasalah usai Perawatan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:02:00 WIB
KAI Buka Suara soal KRL INKA Masih Bermasalah usai Perawatan
KAI buka suara soal KRL buatan INKA yang masih bermasalah usai perawatan. (Foto: Dok. KAI Commuter)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - PT Kereta Api Indonesia (KAI) meminta PT Industri Kereta Api (INKA) menuntaskan persoalan teknis pada rangkaian KRL produksinya. Meski tujuh trainset KRL iE305/CLI-225 telah menjalani pemeriksaan dan perawatan, sejumlah catatan teknis masih ditemukan setelah rangkaian kembali melayani penumpang.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan, gangguan perjalanan, terutama pada jam sibuk, dapat mengganggu aktivitas masyarakat yang mengandalkan Commuter Line setiap hari. Karena itu, setiap kendala harus ditangani secara menyeluruh agar keselamatan, kenyamanan, dan keandalan layanan tetap terjaga.

“Kami sangat memahami ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan ketika perjalanan terganggu, terlebih pada jam sibuk saat kebutuhan mobilitas sangat tinggi. Kami menangani kendala pada KRL INKA ini dengan serius. Layanan kepada masyarakat harus tetap terjaga, aman, dan nyaman,” ujar Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin melalui keterangannya, Jumat (16/10/2026).

Bobby menegaskan, setiap gangguan sarana yang berdampak pada perjalanan pelanggan harus disertai evaluasi dan tindak lanjut yang jelas. KAI juga meminta INKA menelusuri akar persoalan berdasarkan pemeriksaan teknis yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Kami membutuhkan tindak lanjut yang cepat dan tuntas. Setiap kendala harus diketahui akar masalahnya, kemudian diselesaikan dengan langkah korektif yang tepat. KAI akan terus mengawal proses ini sampai keandalan rangkaian benar-benar dapat dijaga dalam operasional,” tuturnya.

Menurut Bobby, dukungan terhadap industri perkeretaapian nasional harus berjalan seiring dengan tanggung jawab menjaga kualitas sarana yang digunakan untuk melayani masyarakat. KAI turut memberikan dukungan teknis dan operasional dalam proses evaluasi, tetapi perbaikan tidak boleh berhenti pada pemeriksaan atau penanganan sementara.

“Kami mendukung kemajuan industri perkeretaapian nasional. Namun, ketika sebuah sarana sudah digunakan untuk membawa masyarakat setiap hari, standar keselamatan dan keandalannya harus dijaga secara konsisten. Ini adalah hal yang kami minta kepada INKA untuk dipastikan,” terangnya.

Dia menekankan, hasil perbaikan harus terlihat pada kinerja rangkaian saat beroperasi, bukan sekadar penyelesaian administrasi atau pemeriksaan teknis.

“Yang kami minta jelas yaitu penyelesaian harus sampai tuntas dan hasilnya harus terlihat pada performa rangkaian di lapangan. Pelanggan membutuhkan kepastian bahwa sarana yang digunakan setiap hari dapat diandalkan. Itu yang akan terus kami kawal,” jelas Bobby.

Tujuh Trainset KRL INKA Sudah Menjalani Perawatan

Sementara itu, Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan, tujuh trainset KRL iE305/CLI-225 produksi INKA telah menjalani program pemeriksaan dan perawatan secara bertahap.

Rangkaian terakhir menyelesaikan program tersebut pada 5 Oktober 2026. Selanjutnya, seluruh tujuh trainset kembali mendukung pelayanan Bogor Line mulai 6 Oktober 2026.

Setelah rangkaian kembali beroperasi, KAI terus memantau kinerjanya dan mencatat temuan teknis untuk ditindaklanjuti bersama INKA. Pemantauan ini dinilai penting di tengah meningkatnya jumlah pengguna Commuter Line Jabodetabek.

“Masih terdapat beberapa catatan teknis setelah rangkaian kembali beroperasi. Seluruh temuan tersebut kami sampaikan kepada INKA untuk ditangani. Tim KAI terus melakukan pemantauan agar setiap tindak lanjut dapat diuji langsung melalui performa rangkaian dalam pelayanan,” ungkapnya.

Anne memaparkan, Commuter Line Jabodetabek melayani 270.891.261 pelanggan sepanjang Januari-September 2026. Angka tersebut meningkat 6,02 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025, yang mencapai 255.520.949 pelanggan.

Saat terjadi gangguan, KAI melakukan pengaturan perjalanan dan penyesuaian operasional untuk menjaga kelancaran layanan serta meminimalkan dampak terhadap penumpang.

“Lebih dari 270 juta perjalanan pelanggan dalam sembilan bulan menunjukkan besarnya kebutuhan masyarakat terhadap Commuter Line Jabodetabek. Dalam skala layanan sebesar itu, keandalan setiap rangkaian menjadi sangat penting karena satu gangguan dapat memengaruhi perjalanan lainnya, terutama pada jam sibuk,” paparnya.

Anne menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan yang terdampak gangguan perjalanan. KAI juga akan terus memantau kinerja KRL produksi INKA dan menyampaikan temuan teknis kepada manufaktur untuk segera ditangani.

“Ukuran akhirnya sederhana yaitu rangkaian harus andal saat digunakan melayani pelanggan. Karena itu, setiap catatan teknis harus selesai, setiap perbaikan harus terbukti hasilnya, dan layanan kepada masyarakat harus tetap terjaga. KAI akan terus mengawal hal tersebut,” katanya.

Editor: Puti Aini Yasmin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut