KAI Daop 1 Jakarta Ungkap Tiket Kereta Lebaran Tersisa 198.535, Okupansi Tembus 79 Persen
JAKARTA, iNews.id - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI Daop 1 Jakarta melaporkan ketersediaan tiket kereta api jarak jauh untuk periode arus balik Lebaran 2026 mulai menipis. Tingkat keterisian tempat duduk (okupansi) telah mencapai 79 persen seiring tingginya minat masyarakat kembali ke Jakarta.
Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo mengatakan, hingga Kamis (26/3/2026) pagi, sebanyak 858.748 tiket ludes terjual untuk periode angkutan Lebaran sepanjang 11 Maret hingga 1 April 2026.
“Penjualan tiket terus bergerak” ucap Franoto dalam keterangannya, Kamis (26/3/2026).
Dari total kapasitas 1.083.674 tempat duduk yang disediakan selama masa angkutan Lebaran, tersisa sekitar 198.535 kursi untuk keberangkatan 26 Maret hingga 1 April 2026.
Arus Balik Lebaran, 52.471 Penumpang Kereta Api Tiba di Jakarta Hari Ini
Dia menambahkan, tingginya penjualan tiket tak lepas dari lonjakan penumpang pada periode arus balik yang dimulai sejak 23 Maret 2026.
Pada 26 Maret 2026 misalnya, tercatat sebanyak 52.471 penumpang tiba di wilayah Daop 1 Jakarta, sementara jumlah keberangkatan mencapai 33.520 penumpang.
H+5 Lebaran, Arus Balik di Lingkar Gentong Ramai Lancar
“Arus balik masih berlangsung dan akan terus meningkat mendekati puncaknya,” katanya.
Secara kumulatif, jumlah penumpang berangkat dari wilayah Daop 1 Jakarta sejak 11 hingga 26 Maret 2026 telah mencapai 742.715 orang.
Sementara itu, Stasiun Pasar Senen dan Gambir masih menjadi titik tersibuk. Pada 26 Maret, keberangkatan dari Pasar Senen tercatat 15.061 penumpang, disusul Gambir 7.828 penumpang.
KAI juga mencatat kereta-kereta favorit seperti Bengawan, Airlangga, Serayu, hingga Kertajaya dari Pasar Senen menjadi pilihan utama masyarakat, terutama untuk tujuan Yogyakarta, Surabaya, Semarang, dan Purwokerto.
Untuk mengakomodasi lonjakan penumpang, KAI telah menambah perjalanan kereta serta menghadirkan program diskon “Promo Silaturahmi” sebesar 20 persen untuk kelas eksekutif pada periode 25 Maret hingga 1 April 2026.
Editor: Aditya Pratama