Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Dasco hingga Kapolri Sambangi BEI saat IHSG Babak Belur, Soroti Masukan MSCI
Advertisement . Scroll to see content

Kapolri Jenderal Suyudi Minta Bareskrim Usut Dugaan Pelanggaran di Pasar Modal RI

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:49:00 WIB
Kapolri Jenderal Suyudi Minta Bareskrim Usut Dugaan Pelanggaran di Pasar Modal RI
Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI). (Foto: iNews)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto memerintahkan Bareskrim Polri mengusut informasi dan pengaduan terkait dugaan tindak pidana di pasar modal. Langkah tersebut dilakukan untuk memberikan kepastian hukum sekaligus menjaga iklim investasi.

Suyudi menuturkan, penyidik akan mengumpulkan alat bukti selama perkara masih dalam tahap penyelidikan. Hasil pengumpulan bukti tersebut akan menjadi dasar untuk menentukan langkah hukum selanjutnya.

“Kami dari Polri tentunya akan menurunkan tim dari Bareskrim Polri sesuai dengan informasi dan pengaduan yang kami dapat, dapatkan, adanya dugaan pelanggaran maupun tindak pidana pasar modal,” ucap Suyudi di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (16/10/2026).

Dia menambahkan, penanganan perkara akan dilakukan berdasarkan bukti yang berhasil dikumpulkan. Jika ditemukan bukti yang cukup mengenai dugaan tindak pidana, proses hukum dapat ditingkatkan ke tahap penyidikan.

“Dan tentunya dengan alat bukti yang kami akan kumpulkan, kami akan melakukan tindakan yang tegas dalam rangka memberikan kepastian hukum terkait dengan permasalahan di dunia pasar modal ini,” kata dia.

Suyudi menegaskan, langkah penegakan hukum akan dilakukan berdasarkan informasi, pengaduan, serta alat bukti yang ditemukan penyidik. Dengan demikian, penanganan dugaan pelanggaran di pasar modal tetap mengacu pada proses hukum yang berlaku.

Dalam kesempatan tersebut, Suyudi menyambangi BEI bersama Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad. Dasco menyampaikan bahwa kunjungannya ke BEI merupakan bagian dari pelaksanaan fungsi pengawasan DPR terhadap berbagai perkembangan dan peristiwa yang terjadi di pasar modal.

Dia meminta otoritas bursa terus melakukan pembenahan, termasuk merespons berbagai masukan dari lembaga internasional seperti MSCI.

"Kami mengawasi kejadian-kejadian yang selama ini ada di Bursa dan dalam peristiwa-peristiwa, yang kemudian kami memonitor serta meminta kepada Ursa untuk terus melakukan perbaikan-perbaikan, dalam rangka juga mengakomodir pendapat-pendapat dari lembaga-lembaga rating internasional, termasuk dari MSCI," kata Dasco.

Diketahui, Morgan Stanley Capital International (MSCI) sebelumnya menyampaikan pertimbangan untuk menurunkan status pasar saham Indonesia dari emerging market menjadi standalone market. Perkembangan tersebut menjadi salah satu sorotan di tengah perhatian terhadap kondisi dan tata kelola pasar modal Indonesia.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut