Kapolri Minta 4 Kapolda Baru Waspadai Varian Covid-19 B117
JAKARTA, iNews.id - Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo melantik empat Kapolda baru hari ini, Kamis (4/3/2021) di Gedung Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan. Dia langsung menginstruksikan empat Kapolda itu untuk mewaspadai varian baru covid-19 B117 dari Inggris yang telah masuk ke Indonesia.
Empat Kapolda yang baru dilantik yaitu Irjen Pol Nana Sudjana sebagai Kapolda Sulut dan Irjen Pol Hendro Sugiatno sebagai Kapolda Lampung. Lalu Irjen Pol Matius Fakiri sebagai Kapolda Papua dan Irjen Pol Panca Putra sebagai Kapolda Sumut.
"Ada varian covid-19 baru yang sangat cepat penyebarannya. Turun cek ke bawah agar anggota benar-benar melaksanakan dengan baik," ujar eks Kabareskrim itu.
Sigit menekankan, para pejabat baru yang dilantik terutama Kapolda harus memperhatikan soal pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).
4 Kapolda Baru Dilantik, Termasuk Nana Sudjana
"Pejabat baru agar melaksanakan PPKM mikro bagi yang masuk dalam tujuh Polda, sedangkan yang lain melaksanakan kegiatan imbangan," kata Sigit.
Mantan Kapolda Banten ini juga meminta jajarannya untuk berperan melakukan 3T yaitu testing, tracing, dan treatment. Lalu, koordinasi penanganan Covid-19 dengan unsur Forkopimda lantaran sangat penting dilakukan agar kasusnya penyebaran turun.
Selain itu, Sigit juga meminta agar jajarannya selalu mengawal program vaksinasi covid-19 nasional yang saat ini sedang berlangsung. Oleh karena itu, jajaran Polri harus membantu pemerintah mengawal program pemulihan ekonomi nasional yang terdampak pandemi.
"Laksanakan pengawasan dan pendampingan program dari pemerintah seperti UMKM. Proyek padat karya oleh pemerintah pusat maupun daerah berikan pendampingan agar dikawal," ucap Sigit.
Anggota Polri, lanjut Sigit, diminta mendengar keluhan masyarakat yang berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi dan memberikan solusi agar mempercepat pemulihan ekonomi nasional.
"Semoga perkembangan ekonomi bisa kembali normal maka perlu pendampingan dengan baik," tutur Sigit.
Terakhir, dia mengingatkan jajarannya soal penanganan perkara dengan mengedepankan restorative justice, agar rasa keadilan dirasakan dan diawasi pelaksanaan supaya tidak terjadi penyelewengan.
"Lalu tentang mafia tanah seperti pengembangan perkebunan dan lain-lain mohon jadi perhatian," tutur Sigit.
Editor: Rizal Bomantama