Kapuskesad: Brevet Korps Kesehatan Militer, Simbol Komitmen dan Integritas Prajurit Kesad
JAKARTA, iNews.id – Kepala Pusat Kesehatan Angkatan Darat (Kapuskesad) Mayor Jenderal TNI Dr Tugas Ratmono mengatakan, Kesehatan Angkatan Darat merupakan satuan yang memiliki peran sebagai penyelenggara dukungan dan layanan kesehatan, pelayanan kesehatan preventif dan materil serta penelitian dan pengembangan bidang kesehatan.
“Oleh karenanya diperlukan kemampuan dasar kemiliteran dan teknis yang diperoleh melalui pendidikan dasar kecabangan, kejuruan dan pendidikan pengembangan spesialisasi (Dikbangspes) di lembaga pendidikan Pusdikkes Kodiklatad atau pendidikan formal lainnya,’’ katanya pada acara penyematan brevet dan pin korps Kesad di Pusat Pendidikan Kesehatan (Pusdikkes) Kodiklatad, Jakarta. Senin, (14/10/2019).
Dia mengatakan, pembaretan ini dalam rangka meneguhkan komitmen, integritas semangat, daya juang serta profesionlisme prajurit Kesehatan Angkatan Darat (Kesad) untuk mendukung pelayanan kesehatan bagi prajurit, PNS serta keluarganya.

“Agar kemampuan prajurit terpelihara dan ditingkatkan serta melahirkan semangat jiwa korsa dan rasa bangga, maka perlu adanya suatu penghargaan berupa pemberian brevet dan pin kemampuan teknis kecabangan Kesehatan Angkatan Darat,’’ katanya.
Menurut Kapuskesad, pemberian brevet merupakan wujud semangat kebanggaan korps, identitas serta kemampuan yang harus dimiliki prajurit Kesad yang tidak dimiliki kecabangan lain di lingkungan TNI AD.
“Brevet tersebut antara lain, Brevet Kesehatan Militer, Trauma Tempur, dan Manajemen Madya Rumkit. Selain brevet, juga dianugerahkan pin kesehatan yang diberikan kepada dokter militer, perawat militer, ahli farmasi militer serta tenaga kesehatan lainnya,’’ tuturnya.
“Dengan disematkannya brevet dan pin korps kesehatan, diharapkan para prajurit dapat meningkatkan kemampuan dan ketrampilannya di bidang fungsi kesehatan, serta meneguhkan komitmen dan integritas dalam memberikan dukungan dan layanan kesehatan kepada prajurit, PNS dan keluarganya,’’ katanya.
Editor: Kastolani Marzuki