Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Tragedi Terjun Payung di Pangandaran, 2 Atlet Tewas Jatuh dari Ketinggian 10.000 Kaki
Advertisement . Scroll to see content

Kapuspen TNI Ungkap Detik-Detik Praka Zaenal Jatuh ke Laut, Sempat Tabrakan di Udara

Kamis, 09 Oktober 2025 - 19:47:00 WIB
Kapuspen TNI Ungkap Detik-Detik Praka Zaenal Jatuh ke Laut, Sempat Tabrakan di Udara
Praka Marinir Zaenal Mutaqim tewas saat terjun payung rangkaian HUT ke-80 TNI. (dok. istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah mengatakan bahwa Praka Marinir Zaenal Mutaqim sempat mengalami tabrakan di udara dan mengakibatkan dirinya mengembuskan napas terakhir. Adapun penerjunan yang dilakukan tersebut dalam rangkaian HUT ke-80 TNI.

"Yang pertama di laut itu, itu apa itu, murni proses, proses pada saat exit dari pesawat kemudian opening parasut, kemudian terjadilah tabrakan," kata Kapuspen kepada wartawan, Kamis (9/10/2025).

Sebagai prajurit TNI Angkatan Laut (AL), Freddy juga sempat merasakan insiden yang sama seperti dialami oleh Praka Zaenal. Namun nasib berkata lain, dia masih selamat atas kejadian tersebut.

"Saya pribadi pernah merasakan itu, di pangkat Mayor saya pernah seperti itu dan pernah nyaris meninggal, mungkin nggak jadi Kapuspen pada saat itu, dengan kejadian yang sama," katanya.

Adapun Freddy menjelaskan, dalam setiap penerjunan peristiwa yang sering terjadi adalah penerjun yang saling bertabrakan di udara. Hal itu disebabkan oleh beberapa faktor salah satunya parasut yang dibuka secara bersamaan. 

"Jadi di penerjunan itu mungkin dari setiap penerjunan pasti ada beberapa drop yang penerjunannya itu saling bertabrakan di udara. Kadang itu karena karena leveling pada saat pencabutannya bersamaan, kemudian bisa juga karena faktor begitu dia exit habis itu spin, sehingga nabrak penerjun yang lainnya," tuturnya.

Meski sempat bertabrakan, parasut Praka Zaenal sempat mengembang hingga mendarat di laut. Sebab beberapa kejadian tabrakan di udara itu, para penerjun tidak sempat mengembangkan parasut.

"Memang pada saat yang laka laut itu Almarhum sempat mencabut parasut. Jadi ada beberapa kejadian yang tidak sempat mencabut parasutnya karena blackout, begitu tabrakan, blackout, nggak bisa nyabut parasutnya sampai darat sampai laut, tapi yang kemarin Almarhum sempat nyabut," ujarnya.

Editor: Puti Aini Yasmin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut