Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Partai Perindo Soroti Arah Pembangunan Jakarta Jelang HUT ke-500
Advertisement . Scroll to see content

Kasus Aktif Covid-19 Turun di Berbagai Daerah

Selasa, 15 September 2020 - 06:12:00 WIB
Kasus Aktif Covid-19 Turun di Berbagai Daerah
Covid-19 tipe G (foto: ist)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Jumlah kasus aktif positif Covid-19 terus mengalami penurunan di berbagai daerah. Kasus aktif tertinggi ada di DKI Jakarta.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 dr Reisa Broto Asmoro mengungkapkan jumlah kasus aktif sebanyak 54.277 kasus, Senin (14/9/2020) menurun dibandingkan hari sebelumnya sebanyak 54.649 kasus.  

"Jika melihat kasus aktifnya, terjadi penurunan di beberapa tempat," kata Reisa, Jakarta, Senin (14/9/2020).

Dia merincikan sebaran kasus aktif per provinsi, tertinggi berada di DKI Jakarta dengan 11.436 kasus aktif, mengalami penurunan dari hari sebelumnya sebanyak 12.078 kasus. Tertinggi kedua berada di Jawa Barat dengan 6.443 kasus. 

Jumlah ini mengalami kenaikan dari hari sebelumnya sebanyak 6.404 kasus. Tertinggi ketiga di Jawa Tengah sebanyak 5.439 kasus mengalami penurunan dari hari sebelumnya sebanyak 5.518 kasus. 

"Memang jumlah kasus aktif fluktuatif, tetapi dari data hari ini dapat dikatakan rata-rata jumlah kasus aktif di Indonesia banyak mengalami penurunan," ujar Reisa. 

Pada tingkat kesembuhan hari ini terdapat tambahan 3.395 kasus dan kesembuhan total menjadi sebanyak 158.405 kasus dengan recovery rate (tingkat kesembuhan) di angka 71 persen.

"Angka ini (kesembuhan) cukup tinggi, artinya 7 diantaranya 10 orang yang terkena Covid-19 sudah sembuh," ucapnya.

Sedangkan penambahan kasus positif baru hari ini sebanyak 3.141 kasus dan kumulatifnya 221.523 kasus. 

Dia juga menginformasikan dari data Kementerian Kesehatan, bed occupancy ratio (BOR) atau ketersedian tempat tidur dalam kondisi aman. Kondisi ini katanya dapat mengantisipasi lonjakan jika terjadi lonjakan 20 persen sesuai ketentuan World Health Organization (WHO). 

"Tetapi tentu kita tidak harapkan itu akan terisi ya," katanya. 

Editor: Muhammad Fida Ul Haq

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut