Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Presiden Macron Upayakan Gencatan Senjata Idul Fitri Perang Timur Tengah
Advertisement . Scroll to see content

Kasus Aktif Indonesia Lebih Baik dari Rata-Rata Dunia

Rabu, 02 Desember 2020 - 21:47:00 WIB
Kasus Aktif Indonesia Lebih Baik dari Rata-Rata Dunia
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito (Foto: BNPB)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Tantangan kenaikan kasus positif Covid-19 saat ini dialami berbagai negara di dunia, tak terkecuali di Indonesia. Satgas Penanganan Covid-19 menyatakan Indonesia sebelumnya sudah mampu mengendalikan kasus positif nasional.

Dari data per 30 November 2020, kasus aktif di Indonesia sempat ada tren penurunan. Namun kembali naik pada minggu kedua November. Kendati demikian, saat ini angka kasus aktif di Indonesia masih di bawah rata-rata dunia dengan selisih sebesar 15,27 persen.

"Selain melihat masalah Covid-19 dari tingkat nasional, kita perlu melihat dengan kacamata elang, lebih luas, dan komprehensif yaitu dengan melihat kondisi terkini di negara-negara lainnya," kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito, saat memberikan keterangan pers perkembangan penanganan Covid-19 di Graha BNPB, sebagaimana juga disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (1/12/2020).

Melihat data perbandingan, kasus aktif Indonesia berada di kisaran 13,25 persen. Angka itu lebih rendah jika dibandingkan negara-negara di Eropa seperti Belgia (90,64 persen) dan Prancis (90,36 persen), yang sedang berada pada puncak kenaikan kasus.

Pada kedua negara tersebut persentase kasus aktifnya sudah melebihi 90 persen. Bahkan membandingkan dengan negara besar lainnya, dan memiliki kesamaan karakteristik dengan Indonesia, yakni Amerika Serikat berada di kisaran 39,06 persen.

"Atau (Amerika Serikat) 3 kali lipat dari angka kasus aktif di Indonesia," ujar Wiku.

Lalu, membandingkan sejumlah negara di Asia Timur, seperti Korea Selatan (17,60 persen), Jepang (14,44 persen) dan Hong Kong (13,65 persen) yang tengah mengalami tren kenaikan kasus. Jika melihat grafiknya, terlihat jelas di 3 negara itu ada fluktuasi dalam tren kasus aktif.

"Hal ini membuktikan negara-negara tersebut masuk dalam second wave , yang banyak terjadi di beberapa negara di benua Eropa dan sebagian Asia," ucapnya

Terakhir, jika melihat kasus aktif di Meksiko, terlihat pada grafik ada tren kenaikan kasus yang cukup tajam dilihat dari ujung grafik yang menukik. Data perbandingan ini, kata Wiku sebagai pembelajaran bagi masyarakat yaitu pandemi Covid-19 masih terus berlangsung.

Wiku menegaskan, pandemi Covid-19 masih ada dan ada dimana-mana, tidak kenal umur atau orang. Cepat atau lambat, jika seseorang lengah akan menjadi penderita selanjutnya.

Menurutnya, pemerintah memahami bahwa masyarakat sudah jenuh dan lelah menghadapi pandemi ini. "Namun bukan berarti kita harus kalah. Tetap jaga semangat untuk terus memutus rantai penularan," ujar Wiku.

Editor: Zen Teguh

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut